Homeschooling vs Belajar Online, Mana yang Efektif untuk Anak?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 196 2230761 homeschooling-vs-belajar-online-mana-yang-efektif-untuk-anak-Jtx332uKTs.jpg Ilustrasi. (Freepik)

PANDEMI Covid-19 mengubah tatanan kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan. Anak sekolah dihadapkan pada sistem belajar yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Ya, mereka mesti belajar di rumah saja atau belajar online di masa new normal. Perubahan pada sekolah new normal ini tidak hanya dirasakan anak sekolah, tetapi para orangtua.

Orangtua dituntut untuk bisa jadi guru seutuhnya bagi anak-anak, yang mana sebelumnya mungkin tugas tersebut dilimpahkan pada sekolah dan guru. Sistem sekolah new normal berbasis online ini pun memberi kebimbangan pada sebagian orangtua. Mereka dihadapkan pada pilihan; melanjutkan kelas online atau beralih ke homeschooling.

Nah, bagi Anda para orangtua yang tengah bingung menentukan kelanjutan sekolah anak, Okezone coba memberikan penjelasan menyeluruh mengenai homeschooling dan kelas online tersebut. Dilansir dari laman Learningliftoff, berikut ulasannya:

Baca Juga: Belajar dari Negara Tetangga, Mal Buka Siap-Siap Ada Klaster Baru Covid-19

belajar online

Anda para orangtua mesti tahu bahwa dua sistem pendidikan ini berbeda walau keduanya terkesan sama: belajar di rumah. Tapi, ada 5 poin mendasar yang bisa Anda jadikan pertimbangan untuk menilai, mau pilih homeschooling atau kelas online terus selama pandemi Covid-19. Apa saja 5 poin tersebut?

Guru

Orangtua homeschooling bertugas mengajarkan semua materi kepada anak-anak mereka. Ini bisa sulit ketika orangtua tidak terlalu berpengalaman dalam mata pelajaran tertentu.

Sementara itu, di sekolah online, guru bersertifikasi negara menyediakan instruksi serta bimbingan dan dukungan. Guru tersedia akan mengajar dalam sesi kelas online, telepon, email, bimbingan pribadi, dan pertemuan tatap muka.

Kurikulum

Orangtua yang memilih homeschooling harus meneliti dan menemukan kurikulum sendiri dan membuat jadwal dan rencana pelajaran sendiri. Anda sebagai orangtua juga harus memastikan kurikulum ini memenuhi standar nasional atau tidak.

Sementara itu, sekolah online dilengkapi dengan kurikulumnya sendiri, yang disetujui oleh negara. Rencana pelajaran pun menyediakan struktur bagi pembelajaran siswa dan jadwal harian.

Ujian

Orangtua yang memilih homeschooling bertanggung jawab untuk meneliti standar pengujian standar nasional untuk memastikan anak mereka patuh. Namun, sekolah online mengharuskan siswa mengambil penilaian berdasar standar nasional.

Kebijakan akademik dan kehadiran

Homeschooling mengharuskan orangtua untuk meneliti kehadiran lokal dan kebijakan akademik dan bertanggung jawab atas persyaratan pelaporan mereka.

Saat mengikuti kelas online, akuntabilitas pendidikan sudah ada, termasuk kehadiran dan kebijakan akademik. Kehadiran, nilai, pengujian, dan persyaratan lainnya dicatat dalam platform pembelajaran online sejak hari pertama.

Sosialisasi

Dalam hal sosialisasi, orangtua homeschooling dapat mengambil keputusan sendiri untuk memastikan anak-anak mereka berinteraksi dengan teman sebaya mereka. Sementara itu, sekolah online menyediakan kesempatan sosialisasi terstruktur.

Menjadi catatan, setiap keluarga punya kekhasannya sendiri, jadi penting untuk meneliti baik homeschooling dan sekolah online sebelum membuat keputusan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini