Sakit Kepala karena Hipertensi? Bisa kalau Tekanan Darah Sudah di Atas 200

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 481 2231120 sakit-kepala-karena-hipertensi-bisa-kalau-tekanan-darah-sudah-di-atas-200-ajh2Fs2pL0.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PUSING disebut menjadi salah satu gejala ketika kita memiliki darah tinggi atau hipertensi. Tapi benarkah darah tinggi ditunjukkan dengan sakit kepala atau pusing?

Paradigma ini memang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal, pusing tersebut bukan disebabkan oleh darah tinggi yang dialami seseorang.

Pasalnya, hipertensi atau tekanan darah tinggi jarang sekali menunjukkan gejala, dan pengenalannya hanya bisa melalui skrining atau lewat bantuan tenaga medis.

sakit kepala

Itulah sebabnya, penyakit yang umumnya dialami oleh orang yang sudah lanjut usia ini dikategorikan sebagai salah satu penyakit silent killer, atau penyakit yang tidak menimbulkan tanda-tanda khusus.

Dokter Spesialis Saraf Adre Mayza, dr., Sp.S(K) menjelaskan, sakit kepala karena hipertensi dapat terjadi jika tekanan darahnya sudah mencapai 200 lebih.

"Tapi umumnya sakit kepala tidak berkaitan dengan tekanan darah, biasanya ada penyebab lain kenapa dia bisa sakit kepala," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, pakar hipertensi Prof Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, K.Ger mengatakan bahwa persentase hipertensi yang ditandai dengan gejala sakit kepala hanya sekitar 5% dan sering disalahartikan oleh orang awam.

"Banyak orang pergi ke dokter, tapi setelah dokter bilang ia terkena hipertensi si pasien malah tidak percaya. Ia bilang tidak mungkin hipertensi karena tidak pernah mengalam sakit kepala. Ini yang sudah termindset di pikiran masyarakat kalau gejala hipertensi itu sakit kepala, padahal tidak," jelasnya.

Dari penjelasan di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa, pandangan masyarakat terkait hipertensi ditandai dengan sakit kepala adalah keliru. “Jadi hipertensi tidak berkaitan dengan sakit kepala. Ini penting untuk disebarluaskan," tutup dr. Suhardjono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini