Mengenal Program Bayi Tabung yang Dijalani Asmirandah dan Jonas Rivanno

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 481 2231538 mengenal-program-bayi-tabung-yang-dijalani-asmirandah-dan-jonas-rivanno-trcpX8nnVS.jpg Maternity Shoot Asmirandah (Foto : @riomotret/Instagram)

Asmirandah dan Jonas Rivanno memulai program bayi tabung pada pertengahan Februari 2020. Faktor usia menjadi salah satu alasan kedua pasangan ini memilih program kehamilan lewat bayi tabung.

Asmirandah dan Jonas Rivanno menikah di tahun 2013. Butuh waktu tujuh tahun bagi pasangan selebriti ini untuk menanti kehadiran buah hati di rumah tangga mereka.

Asmirandah mengumumkan tengah mengandung anak pertama buah cintanya dengan Jonas Rivanno. "Menurut kita memang tepat waktunya, kita mintanya disesuain sama doa-doa kita. Kita tuh mintanya pas kita sudah enjoy, sudah rileks, sudah siap jadi orang tua," tutur Asmirandah di kawasan Cibubur, Jakarta baru-baru ini.

Asmirandah

Program bayi tabung memang menjadi salah satu jalan pasangan suami-istri (pasutri) yang belum memiliki keturunan setelah menikah cukup lama. Tidak hanya Asmirandah-Jonas Rivanno, pasangan Rianty Cartwright-Cassanova Alfonso dan Cynthia Lamusu dan Surya Saputra merupakan beberapa pasangan selebriti yang menjalani program bayi tabung.

Apa itu bayi tabung?

Lewat cara ini, kehamilan yang terjadi tidak dilakukan di dalam tubuh, tetapi diawali dengan sel telur dibuahi oleh sperma di luar tubuh yaitu di dalam sebuah tabung.

Bayi tabung merupakan sebuah program yang memiliki prosedur tertentu yang dilakukan untuk membantu proses kehamilan bagi pasangan yang memiliki gangguan kesuburan yang tidak teratasi atau tidak diketahui penyebabnya.

Ada beberapa faktor yang bisa membuat kesulitan dalam kehamilan dan disarankan untuk mengikuti program bayi tabung seperti kelainan genetik yang dialami oleh pasangan termasuk masalah penyakit yang diderita.

Baca Juga : Glamour Maternity Shoot, Asmirandah Hamil Setelah 7 Tahun Menikah

Tetapi faktor dari kedua pasangan suami istri tersebut dapat dipengaruhi oleh tingkat kesuburan dalam sel telur dan sel sperma, bila sel sperma yang dengan kuantitas rendah dapat mempengaruhi serta menghambat terjadinya proses pembuahan dan adanya gangguan pada saluran telur ataupun rahim.

Saat ini, peluang keberhasilan bayi tabung semakin tinggi, sehingga metode ini layak dicoba oleh pasangan yang sulit mendapatkan keturunan. Bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) menjadi metode reproduksi buatan yang paling efektif. Metode ini semakin populer di Indonesia, terbukti dari tingginya jumlah tindakan bayi tabung yang dijalankan.

Berapa persen keberhasilan dari program bayi tabung?

Pada tahun 2016, tercatat ada lebih dari 7000 siklus bayi tabung di Indonesia. Dari 6092 siklus baru (fresh), angka keberhasilannya bisa mencapai 28% atau 1701 siklus. Sementara dari 1551 siklus beku (frozen), tingkat keberhasilan hamil mencapai 478 siklus atau sekitar 30%. Angka ini didapat tanpa memperhitungkan faktor usia, masalah infertilitas, dan prosedur bayi tabung yang digunakan.

Terlihat dari data tersebut, dapat diberikan kesimpulan bahwa peluang keberhasilan bayi tabung mencapai 1:3. Peluang ini semakin meningkat sesuai dari faktor usia yang diperhitungkan. Semakin muda usia, semakin tinggi pula tingka keberhasilan melalui program bayi tabung. Untuk tingkat keberhasilan ialah kelompok usia di bawah 35 tahun mencapai 35,1%, dibandingkan kelompok usia di atas 42 tahun yang hanya mencapai 6,7%.

Konsultasi

Selain dari usia ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seperti tingkat alasan kesuburan, gaya hidup dan riwayat kesuburannya.

Jadi jika Anda ingin memiliki keturunan, namun terkendala oleh beberapa hal yang membuat Anda sulit/tidak bisa hamil, mungkin program bayi tabung ini bisa menjadi solusinya.

Maka harus di persiapkan dari segi fisik, mental, dan pastinya materi sebelum memulainya. Tidak lupa perhatikan juga resiko yang akan terjadi ketika Anda menjalani proses bayi tabung ini disertai berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis kandungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini