Berita Baik, Obat Dexamethasone Teruji Sembuhkan Pasien Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 481 2231685 berita-baik-obat-dexamethasone-teruji-sembuhkan-pasien-covid-19-4OhtJG24aJ.jpg Ilustrasi. (Freepik)

BELUM lama ini Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, mengumumkan penemuan obat Covid-19 dari 5 kombinasi obat pasaran. Penemuan ini didukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Intelejen Negara (BIN).

Obat pasaran dipilih peneliti Uniar dengan alasan keamanan. Maksudnya, obat yang sudah beredar di pasaran sudah mengantongi izin edar Badan POM dan tentunya sudah melewati serangkaian uji tes sampai akhirnya bisa diedarkan. Tidak hanya itu, obat pasar dipakai dengan alasan kedaruratan.

Di sisi lain, peneliti Oxford University pun baru saja mengeluarkan laporan bahwa ada obat pasar lainnya yang ampuh sembuhkan Covid-19, obat tersebut bernama Dexamethasone.

obat

Obat yang diperuntukan untuk mengatasi peradagangan, reaksi alergi, dan penyakit autoimun itu tergolong mudah ditemukan di pasaran. Perlu Anda ketahui juga bahwa obat ini mirip dengan hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenalin tubuh Anda.

Jadi, obat ini adalah bahan kimia yang diproduksi secara alami oleh kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal.

Kortikosteroid yang ada di dalam obat ini mempengaruhi fungsi banyak sel di dalam tubuh dan menekan sistem kekebalan tubuh. Kortikosteroid juga memblokir peradangan dan digunakan dalam berbagai penyakit radang yang mempengaruhi banyak organ.

Menurut laporan BBC, obat Dexamethasone termasuk dalam beberapa obat yang diujikan dalam penelitian obat Covid-19 dan berdasar hasil uji. Obat pasar ini ampuh meminimalisir risiko kematian pasien Covid-19 dengan ventilator hingga sepertiganya.

Sedangkan, obat ini pun diujikan pada pasien Covid-19 yang menggunakan perawatan oksigen tambahan dan risiko kematian menurun seperlimanya.

Dalam uji coba yang dipimpin tim dari Universitas Oxford, sekira 2.000 pasien rumah sakit diberikan dexamethasone dan dibandingkan dengan lebih dari 4.000 pasien yang tidak diberikan. Hasil menunjukan, untuk pasien yang menggunakan ventilator, ia mengurangi risiko kematian dari 40% menjadi 28%. Lalu, pasien yang membutuhkan oksigen, obat ini mengurangi risiko kematian dari 25% menjadi 20%.

Lebih lanjut, peneliti utama Prof Martin Landray mengatakan, pengobatan dengan obat ini berlangsung selama 10 hari dengan biaya sekira 5 euro atau Rp88 ribu per pasien. "Jadi, pasien Covid-19 hanya membutuhkan 35 euro atau Rp622 ribu sampai akhirnya dia sembuh," kata Prof Landray.

Menjadi kabar baik lainnya ialah obat ini tersedia di seluruh dunia. Dengan begitu, pengobatan pasien Covid-19 bisa masif dilakukan pada setiap negara. Karena itu, Prof Landray meminta kepada semua rumah sakit di seluruh dunia untuk mulai menggunakan obat ini tanda menundanya.

Catatan penting, Dexamethasone tidak diperuntukan pasien Covid-19 bergejala ringan. Dengan kata lain, pasien Covid-19 yang tak memiliki masalah pernapasan, tak begitu merasakan dampak dari obat pasar yang satu ini.

Dexamethasone sendiri telah digunakan sejak 1960-an. Di awal penggunaannya, obat ini dipakai untuk mengurangi peradangan dalam berbagai kondisi, termasuk gangguan peradangan dan kanker tertentu.

Dexamethasone juga telah terdaftar dalam Daftar Model Obat Esensial WHO sejak 1977 dalam berbagai formulasi, dan saat ini tidak memiliki paten dan tersedia dengan harga terjangkau di sebagian besar negara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini