IDI Beri Lampu Hijau Dexamethasone Jadi Obat Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 481 2231738 idi-beri-lampu-hijau-dexamethasone-jadi-obat-covid-19-5W2aMrq1gy.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

OBAT Dexamethasone terbukti ampuh atasi Covid-19 pada kasus kritis. Maksudnya, obat yang beredar di pasaran ini hanya ditujukan untuk pasien dengan gejala berat yang membutuhkan bantuan ventilator dan oksigen.

Penelitian terkait dengan obat Dexamethasone yang dilakukan Oxford University terbukti menurunkan risiko kematian pada pasien Covid-19 yang menggunakan ventilator sebesar sepertiga, sedangkan pada pasien Covid-19 dengan oksigen berkurang seperlima.

Ketua Peneliti Prof Martin Landray pun menyarankan agar semua rumah sakit mulai menggunakan obat Dexamethasone sebagai bagian dari prosedur pengobatan pasien Covid-19 kondisi parah. Dia pun berharap agar obat ini tidak dipergunakan pada pasien Covid-19 gejala ringan, karena tidak ada efeknya.

obat

Sementara itu, Okezone coba mewawancarai Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban terkait dengan pemanfaatan Dexamethasone pada pasien Covid-19 di Indonesia.

Menurutnya, untuk segera bisa dipergunakan di semua pasien Covid-19 kondisi kritis, obat Dexamethasone ini harus mendapat persetujuan dari Badan POM.

"Kalau hasil penelitian besar sudah keluar, untuk kemudian bisa diterapkan, di Amerika itu harus persetujuan FDA, tetapi kalau di sini itu Badan POM. Tapi, dari kami sendiri mempersilahkan," katanya saat dihubungi, Rabu (17/6/2020).

Prof Zubairi melanjutkan, Satgas Covid-19 IDI memperbolehkan karena penelitian ini benar dan sudah terbukti pada pasien yang diuji dalam jumlah besar. Secara lengkap, Prof Zubairi menerangkan ada 3 indikator yang menjelaskan penelitian itu benar;

Pertama jumlah yang diuji banyak. Pada pengujian Dexamethasone ini, jumlah pasien Covid-19 yang diuji sebanyak 2014 orang dari ratusan rumah sdakit di Inggris. Kemudian, desain penelitian dinilai bagus. Jadi, obat pasaran itu diberikan pada pasien per hari sebanyak 6mg dalam durasi 10 hari pengujian, bisa berupa oral (pil yang ditelan) atau suntikan.

Setelah itu, indikator lainnya ialah penelitian ini diakui oleh banyak negara. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah menyetujui dan sepakat dengan hasil penelitian Oxford University ini.

"Jadi, ya, tidak masalah kalau obat Dexamethasone ini diberikan pada pasien Covid-19 dengan kondisi kritis, karena sudah berdasarkan penelitian ilmiah yang benar," tambah Prof Zubairi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini