Adaptasi Kebiasaan Baru Jadi Tantangan Masyarakat di Era New Normal

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 481 2231840 adaptasi-kebiasaan-baru-new-normal-jadi-tantangan-masyarakat-indonesia-YbdKUvkHrS.jpg Kebiasaan baru era new normal (Foto : Arif Julianto/Okezone)

Pemerintah Indonesia telah menetapkan masa transisi menuju new normal sejak 8 Juni 2020. Masyarakat diperbolehkan kembali beraktivitas, namun diwajibkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Seperti diketahui saat ini sejumlah pasar, pusat perbelanjaan, mall dan sarana transportasi mulai beroperasi kembali. Hal ini dilakukan demi menjaga roda perekonomian masyarakat yang sempat terganggu akibat Covid-19.

Dokter Relawan Medis dari Wisma Atlet Jakarta, dr. Debyrna Dewi Lumanauw mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang berbeda antara new normal dengan kehidupan manusia sebelum pandemi Covid-19 menyerang.

New Normal

“Kalau ada beda, bedanya tuh tipis. Paling protokol kesehatan atau Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diapapun yang kita kerjakan,” terang dr. Debyrna dalam Talkshow Inovasi dan Daya Tahan Tubuh Menghadapi Era New Normal bersama di sela Virtual Ceremony Dexa Award Science Scholarship 2020, Rabu (17/6/2020).

Baca Juga : Deretan Obat yang Jadi Kandidat Penyembuh Covid-19, Apa Saja yang Lolos?

Dokter Debyrna mengatakan meski hal ini terlihat sepele, namun adaptasi kebiasaan baru (new normal) menjadi tantangan bagi semua masyarakat Indonesia. Pasalnya masih banyak masyarakat yang tidak terbiasa dengan semua hal tersebut.

“Kita harus mengubah mainset dan penerapan social distancing yang baik serta peduli terhadap sesama. Ini yang menjadi challenge new normal. Di sini lah kita harus saling menjaga satu sama lain,” tuntasnya.

(dwk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini