Mau Hidup Lebih Lama? Coba Kurangi Konsumsi Harian GGL

Rabu 17 Juni 2020 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 612 2231699 mau-hidup-lebih-lama-coba-kurangi-konsumsi-harian-ggl-DHhSHlG3mW.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT degeneratif seperti jantung, stroke, diabetes, dan hipertensi memang semakin banyak menyerang masyarakat Indonesia. Peningkatan kurva penderita penyakit degeneratif pun tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat.

Certified Nutrition and Wellness Consultant Nutrifood Moch Aldis Ruslialdi SKM CNWC, mengatakan sebenarnya penyakit ini bisa dicegah dengan beberapa cara. Salah satunya membatasi konsumsi GGL (Gula, Garam, Lemak).

Aldis menjelaskan, mengonsumsi gula berlebih bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas yang merupakan faktor risiko diabetes. Sementara itu, anjuran konsumsi gula harian per orang adalah 50 gram atau setara empat sendok teh.

"Kalau batasan sehari gula 4 sendok teh, 1 boba saja mau ngabisin jatah gula sehari. Kalau sudah minum boba, ya sudah nggak usah minum gula-gula yang lain atau olahraganya dibanyakin," jelas dia seperti dilansir dari Sindonews.

"Yang kayak gitu yang perlu disadari. Camilan lain seperti martabak manis, martabak keju, martabak cokelat, donat, es krim, itu juga sumber gula yang banyak. Jadi kita harus aware," tambah Aldis.

garam

Baca Juga: Kontrol Penyakit Degeneratif dengan Membatasi GGL

Lantas bagaimana mensiasati untuk mengontrol gula? Menurut dia, salah satunya adalah mengendalikan kalori. Dengan demikian, kita dapat menggunakan gula rendah kalori untuk makanan atau minuman manis

"Atau kalau suka camilan kue-kue, ganti ke camilan buah. Lagi pula buah banyak benefit-nya, ada viber, vitamin. Selalu siap dengan botol sendiri, isi air mineral," tutur dia.

Sementara garam batasan konsumsi hariannya 5 gram atau satu sendok teh per hari. Garam harus dibatasi, karena berhubungan dengan tekanan darah yang meninggi ketika mengonsumsi garam berlebih.

Aldis mengungkapkan, garam bisa membuat ginjal terganggu dalam mengontrol tekanan darah. Di satu sisi, garam bisa membuat darah banyak mengandung air karena garam menyerap air.

Dia menuturkan, penduduk di Asia rata-rata mengonsumsi gara mencapai lebih dari 12 gram. Sebesar 72%-76% konsumsi garam orang Asia berasal dari penambahan garam saat memasak dan makan, seperti kecap dan saus.

"Kurangi garam dengan cara kurangi saus, kecap, atau sambal saat makan karena garamnya akan lebih rendah. Kalau bisa perbanyak rempah-rempah. Perbanyak rempah-rempah itu rasa makanan lebih kaya dan kita nggak perlu tambahin saus dan kecapm," jelas dia.

"Tambahin bawang putih juga boleh, jamur-jamuran juga bisa menambah rasa gurih. Kurangi produk olahan atau siap saji, konsumsi buah dan sayur. Buah menyeimbangkan zat natrium dalam darah. Pilih produk rendah garam, snack rendah garam, dan kecap rendah garam," lanjutnya.

Sedangkan anjuran konsumsi lemak harian sebesar 67 gram atau lima sendok makan minyak. Meski lemak termasuk makronutrien dan dibutuhkan oleh tubuh, namun mengonsumsi lemak berlebih menyebabkan energi lebih tinggi dibanding nutrisi lain, berisiko obesitas dan penyakit kardiovaskular serta peningkatan kadar kolesterol jahat.

"Cara kontrolnya bagaimana? Kalau yang suka masak atau makan di resto, pilih makanan yang tidak digoreng, misalkan yang dibakar atau dioven cenderung minyaknya lebih rendah," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini