3 Fakta Penting Penyebab Tingginya Tingkat Kematian Akibat Covid-19

Kamis 18 Juni 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 481 2232090 3-fakta-penting-penyebab-tingginya-tingkat-kematian-akibat-covid-19-kJLXJXqEvm.jpg Sakit Covid-19 (Foto: Pittsburgh Post Gazette)

Covid-19 telah mewabah secara global dan sudah menjadi pandemik. Bahkan virus corona telah menginfeksi jutaan penduduk dunia, dengan tingkat kematian yang sangat tinggi hingga ratusan ribu pasien. Wabah ini menjadi ancaman serius bagi kesehatan dunia, bahkan ancaman nyata terjadinya resesi ekonomi, sosial, dan politik global.

Dokter Ahli Farmakologi, Anggota American College of Clinical Pharmacology Amerika Serikat, Taruna Ikrar mengatakan, virus corona atau Covid-19 begitu cepat menular akibat memiliki empat sifat yang menunjukkan virulensi sangat reaktif. Antara lain (1) Menular dari orang ke orang (human to human); (2) Menular pada saat penderita belum/tidak ada gejala (asymptomatic); (3) Menular trans-species (bisa antara spesies atau Human-Animal-Human); dan (4) Entry point penularannya bukan hanya via pernapasan, tetapi bisa menginfeksi jaringan mukosa, seperti pada selaput mukosa atau lendir pada mata, juga saluran pencernaan, dan tentu saja lewat saluran pernapasan sebagai jalur utama penularan penyakit ini.

 Pandemi virus corona

Menurut Taruna, tingginya tingkat kematian akibat Covid-19 berdasarkan laporan ilmiah New Enaglan Journal of Medicine (NEJM 2020) dengan tiga fakta penting sebagai berikut, pertama, gagal pernapasan (Acute Respiratory Distress Syndrome) yang diakibatkan oleh akumulasi mucuse di paru-paru khususnya di dalam alveolus.

Kedua, terjadi sumbatan pembuluh darah yang akhirnya pembuluh darah arteri mengalami pelebaran atau aneurysm akibat atherosclerosis tersebut yang akhirnya bisa terjadi perdarahan.

Ketiga, penggumpalan darah (trombosis) yang berakibat sangat berbahaya, karena bisa mengakibatkan kegagalan berbagai organ tubuh (Multiorgan failure). Ketiga hal di atas yang menyebabkan sangat tingginya jumlah kematian pada pasien Covid-19.

Sejak Juni 2020, beberapa negara di dunia telah melakukan pelonggaran terhadap karantina wilayah. Dalam istilah yang dipopulerkan oleh WHO disebut NNL (New Normal Life), dalam arti bahwa masyarakat di beberapa wilayah setelah mengalami penurunan jumlah kasus, untuk melakukan pelonggaran dan masyarakat sudah diizinkan beraktivitas di luar rumah, tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: 8 Makanan Indonesia dalam Bahasa Prancis, Mana Paling Susah Diucapkan?

Seperti dilansir dari Sindo News, protokol kesehatan itu berupa, yakni masyarakat tetap diharuskan menjaga jarak (social distancing), memakai masker bila keluar rumah, mencegah kerumunan orang banyak, dan tetap menjaga kebersihan tubuh dengan senantiasa mencuci tangan. Namun, melihat data epidemiologi, masih sangat jelas bahwa Covid-19 akan senantiasa berada di sekeliling kita dan akan tetap menjadi ancaman kesehatan dunia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini