Jangan Latah Beli Dexamethasone, Dokter: Bukan Obat Cegah Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 481 2232191 jangan-latah-beli-dexamethasone-dokter-bukan-obat-cegah-covid-19-AIXUVYdT6K.jpg Jangan latah beli dexamethasone untuk cegah Covid-19 (Foto : @dokterari/Instagram)

Saat ini obat Dexamethasone jadi buah bibir setelah BBC memberitakan bahwa obat ini disetujui sebagai penyelamat untuk pasien infeksi Covid-19 berat. Informasi seputar riset Dexamethasone berasal dari laporan ketua tim peneliti dari the Ramdomised Evaluation of Covid-19 therapy (Recovery) trial on dexamethasone dari Universitas Oxford Inggris.

Perlu Anda ketahui, riset ini belum dipublikasi di jurnal kedokteran tetapi informasi awal efektivitas obat ini sudah dipublikasi. Melihat hasil penelitian ini yang memang akan segera di publikasi melalui jurnal kedokteran, Dexamethasone menjadi obat pertama yang dapat memperbaiki survival pasien Covid-19.

Penelitian ini dilakukan pada 2.104 pasien yang mendapat Dexamethasone 6 mg/hari baik secara oral atau intra vena selam 10 hari dan dibandingkan dengan 4.321 pasien yang tidak mendapat tambahan obat Dexamethasone.

Dokter Ari

Pada pasien-pasien tanpa diberikan Dexamethasone, angka kematian tertinggi terjadi pada pasien yang membutuhkan ventilator sebanyak 41%. Sedangkan pasien yang hanya menggunakan oksigen angka kematian hanya 25%. Sementara pasien yang tidak membutuhkan intervensi respirasi angka kematian 13%.

Pada kelompok pasien yang mendapatkan Dexamethasone ternyata terjadi penurunan kematian sepertiga kasus yang membutuhkan ventilator, lalu risiko pun turun seperlima pada kelompok pasien mendapatkan oksigen. Sedang pada kelompok pasien yang tidak membutuhkan bantuan respirasi pemberian Dexamethasone, tidak mempengaruhi angka kematian.

"Dari hasil penelitian ini jelas bahwa Dexamethasone mempunyai efek terapi pada pasien infeksi Covid-19 dengan infeksi yang berat dan sedang dan tidak mempunyai efek pada pasien Covid-19 ringan. Informasi ini penting diketahui oleh masyarakat kedokteran dan masyarakat umumnya," terang Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD melalui pesan singkat pada Okezone, Kamis (18/6/2020).

Dia menekankan sekali lagi, untuk kasus yang ringan saja tidak efektif apalagi jika obat ini digunakan untuk pencegahan infeksi covid-19. "Jangan latah ketika ada info tentang Dexamethasone yang dapat mencegah kematian, bukan berarti obat ini untuk mencegah infeksi Covid-19," sambungnya.

Dexamethasone sendiri merupakan obat murah dan juga tersedia di puskemas. Dexamethasone termasuk golongan steroid. Menurut dr Ari, obat ini sering dijuluki sebagai obat dewa, karena efek terapinya yang cepat.

Dokter Ari

Misal ketika seseorang sedang gatal karena alergi baik merah atau bentol pada kulit dan gatal akan hilang dengan cepat. Dokter Ari menambahkan, obat ini digunakan juga sebagai obat radang, antara lain untuk pasien-pasien radang sendi dan berbagai bengkak karena peradangan.

"Kerja cepat dari obat ini dan dapat diindikasi pada berbagai pernyakit yang membuat orang-orang sering menyebutnya sebagai obat dewa," katanya.

Bahkan untuk beberapa kanker, kelompok steroid ini juga digunakan untuk kombinasi dengan obat anti kanker sebagai kemoterapi. "Obat golongan steroid ini juga digunakan untuk beberapa kelainan darah, asma, alergi pada mata dan THT, penyakit autoimun, karena memang steroid bisa menekan sistim imunitas tubuh kita," sambung dr Ari.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini