Tips Menanam Melon Hidroponik di Masa Pandemi Covid-19

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 196 2233197 tips-menanam-melon-hidroponik-di-masa-pandemi-covid-19-kim2JOHur7.jpg Melon hidroponik (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

Lama berdiam diri di rumah pada masa pandemi tentu membosankan bagi sebagian orang. Banyak kegiatan dilakukan demi mengusir rasa jenuh itu. Termasuk menjalani hobi bertanam secara hidroponik.

Hal ini seperti yang dilakukan Dosen Kimia Analitik Dr. rer. Nat. Ganden Supriyanto, M.Sc. beberapa waktu ini. Lulusan S3 Chemie und Pharmazie FU Berlin, Jerman itu menyulap lahan atap rumahnya berukuran 3x3 meter menjadi kebun melon hidroponik dengan teknik dutch bucket.

 melon

“Bisa dikatakan ini adalah kreativitas yang muncul karena terpaksa. Karena pandemi covid-19 ini akhirnya saya cukup punya sedikit waktu untuk melakukan hal-hal positif seperti ini,” ucap Ganden, Jumat (19/06/2020).

Menurut Ganden, teknik bertanam ducth bucket cukup mudah. Setidaknya diperlukan wadah bekas es krim volume delapan liter sebagai bucket, net pot dan hidroton sebagai media tanam, ajustable drip untuk mengatur aliran nutrisi, serta wadah yang lebih besar sebagai container nutrisi.

Selain itu, juga diperlukan konstruksi untuk menopang batang melon. Selanjutnya, wadah bekas es krim dilubangi pada bagian tutupnya dengan diameter 10 cm. Tujuannya untuk meletakkan net pot berdiameter 12 cm.

Kemudian net pot diberi hidroton dan dialiri cairan nutrisi dari container menggunakan pompa celup. Cairan nutrisi dapat diberikan melalui media paralon 1/2 inchi yang dihubungkan ke pipa HDPE 7mm yang telah dipasang ajustable drip.

“Saya pakai hidroton karena materialnya ringan berpori dan dibuat dari tanah lempung yang dibakar, sehingga mampu menyerap air maupun nutrisi setiap saat selama 24 jam,” ujar Dosen Unair ini.

Pada sistem dutch bucket sisa nutrisi akan tertampung di bagian bawah bucket. Sehingga dapat menyuplai nutrisi akar melon yang memanjang. Bagian samping bucket juga dilubangi untuk mengalirkan sisa nutrisi ke dalam container.

Banyak kelebihan bertanam secara hidroponik. Selain tidak memerlukan lahan yang luas, biaya pembangunan konstruksi terbilang cukup murah. Biaya bahan konstruksi hidroponik untuk 30 batang melon sekitar Rp1,2 juta.

Baca juga: 4 Foto Tampan Daniel Adnan, Pria yang Berhasil Taklukkan Hati Tara Basro

"Itu terbuat dari baja ringan yang tahan karat. Jika ditekuni, bertanam secara hidroponik dapat menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Dalam waktu 2 tanam siklus saja, modal sudah kembali. Tapi kalau saya tidak mengejar hasil materialnya, saya mengejar hasil kebahagiaannya," tandasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini