Jangan Tunda Sunat jika Anak Alami Masalah Ini

Sindonews, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 481 2232923 jangan-tunda-sunat-jika-anak-alami-masalah-ini-alfs7BRsbq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK kegiatan harus terhenti selama pandemi Covid-19, lantaran risiko tinggi penyebaran terjadi jika dilakukan. Nah, salah satu kegiatan yang mungkin tertunda saat pandemi adalah khitanan atau yang juga dikenal istilah sunat.

Tapi, ada beberapa kondisi yang tidak bisa ditunda, jika lat kelamin mengalami masalah, salah satunya fimosis.

Ini adalah kondisi penyempitan ujung kulit depan penis atau bagian kulup yang tak bisa ditarik ke belakang. Kasus fimosis boleh dibilang tidak sedikit. Setidaknya ada sekira 40%. Dari 10 anak laki-laki diperkirakan lahir empat anak dengan masalah fimosis.

"Jangan anggap sepele penyakit ini. Fimosis menyebabkan bagian kulit penis mudah kotor dan akhirnya terinfeksi. Lama-kelamaan akhirnya terjadilah infeksi saluran kemih. Kalau anak sering garuk penisnya, pasti ada fimosis," kata dr. Encep Wahyudan, Praktisi Khitan Rumah Sunat dr. Mahdian seperti dilansir dari SINDOnews.

sunat

Baca Juga: Sunat Aman di Masa Pandemi

Di samping faktor kesehatan, memenuhi kewajiban agama merupakan hal utama melakukan sunat. Layanan sunat di rumah bisa menjadi solusi di masa pandemik saat ini.

Meski demikian, dr. Encep menyarankan agar masyarakat hati-hati memilih klinik atau dokter sunat. Pilihlah klinik atau dokter sunat yang benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar dapat menghindari penularan Covid-19, mengingat anak merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit ini.

Protokol kesehatan yang dimaksud di antaranya penggunaan alat pelindung diri bagi tim medis, penggunaan alat yang steril dan sekali pakai, serta pengukuran suhu tubuh.

"Juga harus dipastikan kondisi sehat, tidak demam, tidak sedang batuk atau pilek tidak hanya untuk anak yang mau disunat, tetapi juga dokter yang akan melayani sunat. Dua-duanya harus dipastikan sehat,” imbuh dr. Encep.

Lebih jauh, kondisi lain yang mengharuskan seseorang disunat adalah webbed penis, yaitu kondisi bawaan di mana kantung buah zakar menyatu dengan batang penis. Umumnya, banyak dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Padahal sebenarnya dengan metode sunat, permasalahan ini bisa terpecahkan.

Kulit buah zakar yang menempel pada batang penis akan mengganggu ereksi. Jika disunat, maka kulit yang menempel itu akan menarik kulit penis ke belakang dan terlihat seperti normal kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini