Tak Ampuh Sembuhkan Covid-19, Amerika Terlanjur Timbun 63 Juta Hydroxycloroquine

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 481 2233214 tak-ampuh-sembuhkan-covid-19-amerika-terlanjur-timbun-63-juta-hydroxycloroquine-2sPVq5QTEg.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

OBAT Dexamethasone terbukti ampuh sembuhkan pasien Covid-19 kondisi kritis. Bahkan, obat murah ini yang kemudian dipersilahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk diberikan pada pasien Covid-19.

Sebelum keluarnya hasil riset yang dilakukan Oxford University tentang Dexamethasone, beberapa peneliti mengatakan bahwa Hydroxychloroquine dianggap ampuh atasi Covid-19. Tapi, sejalannya waktu, obat malaria ini ternyata tak efektif sembuhkan Covid-19, bahkan berbahaya bagi tubuh pasien.

Sedangkan, menurut laporan Newser, Amerika Serikat sudah menimbun obat Hydroxychloroquine sebanyak 63 juta pil dengan maksud menjamin ketersediaan obat bagi pasien Covid-19.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa penimpun obat adalah Pemerintah Federal. Mereka sudah menimbun Hydroxychloroquine sejak Maret 2020. Sebagian obat disumbangkan oleh Novartis. Bahkan, berdasar laporan New York Times, perusahaan obat ini menyetok 2 juta obat chloroquine lainnya.

Sementara itu, 31 juta dosis Hydroxychloroquine dari Strategic National Stockpile telah didistribusikan sebelum FDA menarik otoritas darurat obat terkait dengan hasil lanjutan riset mengenai efektivitas Covid-19.

"Secara nasional, negara terlalu memberikan fokus pada obat Hydroxycloroquine ini," kata David Holtgrave, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas di Albany, pada CNN.

Padahal, sambung David, tindakan menimbun obat seperti ini akan menngkhawatirkan sejarah negara. "Saya khawatir bahwa sejarah akan menilai tindakan ini sebagai investasi berlebihan dalam hal pengobatan dibandingkan melihat secara lebih luas kandidat pengobatan lainnya," sambungnya.

Sementara itu, dr Rick Bright, pejabat yang digulingkan karena menentang penimbunan obat ini menyatakan, obat-obatan tersebut datang dari pabrik luar negeri yang tidak disertifikasi FDA. "Seharusnya tidak pernah dibawa itu obat ke Amerika dan harus dimusnahkan," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini