Dokter Reisa: Dexamethasone Bukan Penangkal Covid-19

INews.id, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 21:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 481 2233247 dokter-reisa-dexamethasone-bukan-penangkal-covid-19-fBwRpzldvo.jpg Dokter Reisa Broto Asmoro (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

Obat Dexamethasone menjadi perbincangan publik setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rilis penggunaan obat ini untuk penanganan pasien Covid-19. Dexamethasone dinilai efektif dan bermanfaat pada kasus berat Covid-19.

Meski direkomendasikan WHO, Dexamethasone bukanlah penangkal Covid-19. Hal ini ditegaskan oleh dr Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers update Covid-19.

"Obat ini tidak memiliki khasiat pencegahan. Ini bukan penangkal Covid-19, ini bukan vaksin," ujar Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Menurut Dokter Reisa, Dexamethasone merupakan obat golongan kortikosteroid. Dexamethasone bekerja dengan cara mengurangi peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh, sama seperti steroid yang dihasilkan oleh tubuh secara alami.

Dokter Reisa

Dikutip dari iNews.id, Dexamethasone yang telah digunakan untuk jangka panjang, tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba. Dalam hal ini, dokterlah yang akan menurunkan dosis secara bertahap, sebelum menghentikan obat ini.

"Penderita yang telah mengonsumsi untuk jangka panjang, tidak boleh menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba, tanpa sepengetahuan dokter. Penggunaan untuk jangka panjang juga ada efek sampingnya," kata Dokter Reisa.

Baca Juga : Penumpang Tak Lihat Senyum, Garuda Stop Aturan Pramugari Gunakan Masker di Pesawat?

Dia juga menambahkan, meski harganya terjangkau, namun penggunaan Dexamethasone wajib melalui konsultasi dokter agar tidak menimbulkan efek samping dari obat tersebut.

"Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini, agar tidak terjadi efek samping. Terutama bila memiliki alergi pada makanan, obat, maupun bahan lain yang terkandung di dalamnya," kata Dokter Reisa.

Lebih lanjut, Dokter Reisa juga menjelaskan bahwa penggunaan obat tersebut tidak boleh sembarangan diberikan kepada siapa saja dan harus melihat faktor usia.

"Karena dosis dan lama penggunaan Dexamethasone diberikan berdasarkan usia, kondisi, dan reaksi pasien tersebut terhadap obat," katanya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini