Mengupas Mitos Air Kelapa Perlancar Proses Persalinan

INews.id, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 612 2232877 mengupas-mitos-air-kelapa-perlancar-proses-persalinan-Ew7FNzNTWY.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK mitos-mitos kesehatan salah yang beredar di masyarakat. Entah darimana awalnya, tapi pada kenyataannya banyak yang lebih percaya mitos seputar kesehatan yang salah, ketimbang yang benar.

Beberapa waktu lalu, beredar mitos penggunaan air kelapa yang diklaim bisa mempermudah saat melahirkan. Padahal, air kelapa tidak ada hubungannya sama sekali dengan proses persalinan.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah Puri Indah, Eric Kasmara, mengatakan air yang diminium akan masuk ke lambung bukan Miss V. Karena itu, hal ini tidak membuat persalinan menjadi lancar.

ibu hamil

Baca Juga: Mitos Persalinan Masa New Normal, Air Kelapa Bisa Lancarkan Kelahiran Anak?

"Saya tidak habis pikir yang bikin mitos itu siapa," ujar dia seperti dilansir dari iNews.

Selain itu, ada anggapan wanita yang sudah melakukan persalinan secara C-Section tidak akan bisa melahirkan normal. Menurut Eric, jika persalinan anak pertama dilakukan secara bedah sesar, masih ada kemungkinan untuk anak kedua dilakukan normal atau Vaginal Birth After Cesarean (VBAC).

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain jarak persalinan 18-24 bulan, sayatan bedah sesar pada rahim sebelumnya transversal rendah (horizontal). Hal lainnya, ibu belum melakukan operasi besar pada rahim misalnya miomektomi, ketebalan segmen bawah rahim (SBR) di atas empat milimeter.

Selain menyoal persalinan bedah, ada juga informasi beredar yang menyebutkan kalau ibu hamil positif Covid-19, maka bayi pun akan tertular Covid-19.

Saat ini belum ada bukti apakah virus penyebab Covid-19 bisa menular ke bayi dari ibu hamil baik saat hamil ataupun persalinan. "Penularan melalui droplet bukan melalui plasenta, jadi kalau sudah dilahirkan itu yang berpotensi menularkan," kata Eric.

Namun, untuk menghindari bayi terkena Covid-19, sebaiknya ibu menggunakan masker saat melakukan inisiasi menyusui dini (IMD), selalu melakukan hand hygiene dan memastikan tangan bersih sebelum memegang bayi, dan menghindari bayi dari kunjungan orang dewasa. Anggapan salah lainnya, persalinan di rumah sakit ibu dan anak lebih aman dibandingkan di rumah sakit umum.

"Di rumah sakit umum juga kami juga melakukan pencegahan-pencegahan. Kami tidak ingin tenaga medis, pasien dan pengunjung tertular," tutur Eric.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini