GMC 21 Juni, Ini 4 Mitos Seputar Gerhana Matahari

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 21 Juni 2020 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 612 2233787 gmc-21-juni-ini-4-mitos-seputar-gerhana-matahari-oPROQA5lEz.jpg Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin (Foto : Timesnownes)

Fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) diprediksi terjadi pada Minggu, 21 Juni 2020. Gerhana matahari ini bisa disaksikan di beberapa wilayah Indonesia dengan kegelapan kurang dari 50 persen.

Meskipun ini adalah salah satu fenomena alam yang bisa dijelaskan berdasarkan ilmu, namun banyak mitos yang beredar terkait dengan peristiwa ini. Merangkum dari Time and Date, Minggu (21/6/2020), berikut beberapa mitos seputar gerhana matahari.

1. Kemarahan para dewa

Budaya kuno mencoba memahami mengapa Matahari sementara menghilang dari langit. Dalam banyak budaya, legenda seputar gerhana matahari melibatkan tokoh-tokoh mitos yang memakan atau mencuri Matahari. Yang lain menafsirkan peristiwa itu sebagai tanda dewa yang marah atau bertengkar.

2. Hantu Lapar, Anjing Pencuri

Gerhana Matahari Cincin

Orang-orang Vietnam percaya bahwa gerhana matahari disebabkan oleh katak raksasa yang melahap Matahari. Sementara budaya Norse menyalahkan serigala karena memakan Matahari. Tiongkok kuno menganggap seekor naga langit dianggap makan siang di Matahari, sehingga menyebabkan gerhana matahari.

Menurut mitologi Hindu kuno, Dewa Rahu dipenggal oleh para dewa lain karena menangkap dan meminum Amrita, nektar para dewa. Kepala Rahu terbang ke langit dan menelan Matahari menyebabkan gerhana.

Cerita rakyat Korea menawarkan penjelasan kuno lain untuk gerhana matahari. Konon gerhana matahari terjadi karena anjing-anjing mistis berusaha mencuri Matahari.

Menurut tradisi, orang-orang akan berkumpul untuk menggedor panci dan wajan dan membuat suara keras selama gerhana matahari. Diperkirakan cara ini dapat membuat suara menakut-nakuti hantu dan menyebabkan gerhana pergi.

3. Pertarungan beruang dengan matahari

Kelompok asli Amerika Pomo yang tinggal di barat laut Amerika Serikat menceritakan kisah seekor beruang yang memulai pertarungan dengan Matahari dan menggigitnya. Nama Pomo untuk gerhana matahari adalah Sun yang digigit oleh beruang.

Baca Juga : Presiden Jokowi Ultah ke-59, Intip 5 Momen Romantisnya Bersama Iriana

Setelah menggigit Matahari dan menyelesaikan konflik mereka, beruang melanjutkan untuk bertemu Bulan. Ia pun kembali menggigit Bulan yang menyebabkan gerhana bulan. Kisah ini menjadi cara mereka menjelaskan mengapa gerhana matahari terjadi sekitar dua minggu sebelum atau setelah gerhana bulan.

4. Matahari mengamuk

Orang Yunani kuno percaya bahwa gerhana matahari adalah pertanda dewa-dewa yang marah dan bahwa itu adalah awal dari bencana dan kehancuran. Suku Tewa dari New Mexico di Amerika Serikat percaya bahwa gerhana matahari menandakan Matahari yang marah yang telah meninggalkan langit untuk pergi ke rumahnya di dunia bawah.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini