Hari Ayah Sedunia, Perjuangan Pak Setu Jualan Balon di Solo dengan Merangkak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 196 2234352 hari-ayah-sedunia-perjuangan-pak-setu-jualan-balon-di-solo-dengan-merangkak-PWn4Di50s4.jpg Jualan balon (Foto: Kita Bisa)

Sadar masih punya kekuatan dan tetap ingin bertanggung jawab pada keluarganya membuat Setu (50 tahun) mesti merangkak 1,5 jam menuju Solo untuk berjualan balon. Keluh keringat yang membasahi bajunya tak pernah ia gubris.

Setiap hari, Setu selalu yakin bahwa Tuhan menitipkan umur panjang agar digunakan semaksimal mungkin. Oleh karena itu, tak pernah ada dalam sejarah hidupnya untuk putus asa.

 balon

Menurut laman Kitabisa, kediaman Setu di Desa Gempolan, Jatiyoso, Karanganyar. Sedangkan, ia biasa berjualan balon keliling di Notosuman, Solo. Jarak yang cukup jauh membuat dirinya mesti menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 jam dan perjalanan ia lalui dengan merangkak.

Ya, untuk bisa tiba di pangkalannya, Setu mesti berjalan dengan kedua telapak tangan dan lututnya. Setu mengalami masalah di kakinya yang membuat dia tak bisa berdiri tegak, apalagi untuk berjalan.

Baca juga: Nikmati Sensasi Main di Sungai Bawah Tanah Gua Pindul

Meski begitu, ia tak pernah sekalipun patah semangat. Bahkan, kalau misalkan dagangannya belum banyak dibeli, ia biasanya tak pulang ke rumah, melainkan menginap di sebuah masjid di Kota Solo.

Bicara penghasilan, rezeki hanya Tuhan yang tahu. Karena itu, kadang Setu mengantongi uang banyak seharinya, tapi lebih sering tidak. Namun, ia yakin semua itu sudah rezeki pemberian Tuhan.

Setu berharap, di kemudian hari dirinya bisa memiliki motor modifikasi yang memudahkan dia bepergian dan berjualan. Selain itu, ada satu mimpi Setu yang ingin sekali dia capai yaitu memiliki ternak kambing di rumahnya. Semoga harapan itu bisa terkabul. Amin.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini