Waspadai Infeksi Ganda, Covid-19 dan DBD di Tengah Pandemi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 481 2234173 waspadai-infeksi-ganda-covid-19-dan-dbd-di-tengah-pandemi-Gaxea8HyDY.jpg Ilustrasi (Foto : Nypost)

Kasus Demam Berdarah (DBD) terus meningkat di Indonesia. Penyakit tahunan ini meningkat bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia. Alhasil DBD menjadi salah satu tantangan terberat pemerintah Indonesia yang saat ini sedang mengalami krisis kesehatan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan bahwa puncak kasus DBD tahunan di Indonesia terjadi setiap Maret. Namun, pada tahun ini ia melihat sesuatu yang berbeda dengan penambahan kasus DBD sampai Juni 2020.

“Kami masih menemukan kasus DBD yang banyak. Artinya angka ini adalah sesuatu yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kami masih menemukan kasus mulai dari 100 sampai dengan 500 kasus DBD setiap hari,” terang dr. Siti, dalam siaran langsung di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (22/6/2020).

DBD

Baca Juga : Rayakan HUT DKI Jakarta, Bikin Kerak Telor di Rumah Yuk!

Lebih lanjut dr. Siti mengatakan bahwa saat ini terdapat 68 ribu kasus DBD yang terjadi di seluruh Indonesia. Uniknya beberapa provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi memiliki jumlah positif DBD yang tinggi pula.

Beberapa provinsi tersebut meliputi Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan.

“Fenomena seperti ini yang terjadi. Artinya apabila seseorang terinfeksi Covid-19 juga berisiko terinfeksi DBD. Karena pada prinsipnya sama, DBD adalah salah satu penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya, vaksinnya belum terlalu efektif. Satu cara untuk menghindarinya adalah berusaha agar tidak digigit nyamuk. Dan ini sama-sama virus,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini