Tak Hanya Covid-19, DBD Juga Punya Angka Kesakitan yang Tinggi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 481 2234180 tak-hanya-covid-19-dbd-miliki-angka-kesakitan-yang-tinggi-bgSSWdTzvE.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Pandemi virus corona Covid-19 telah membuat sebagian masyarakat takut dan khawatir. Kekahwatiran tersebut membuat perhatian mereka terfokus hanya pada Covid-19 dan mengabaikan penyakit lain di sekitarnya yang tidak kalah berbahaya yakni demam berdarah (DBD).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan DBD awalnya memiliki angka kematian yang cukup tingg dan sangat berbahaya bagi masyarakat.

Angka kematian kita saat ini sudah mencapai angka 346 dan gambarannya banyak terjadi di provinsi seperti Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan,” terang dr. Siti, dalam siaran langsung di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (22/6/2020).

Nyamuk

Dokter Siti pun memberikan penjelasan tentang sejarah DBD. Menurutnya penyakit Zoonotik yang disebarkan lewat nyamuk ini pertama kali ada di Indonesia pada 1968. Saat itu situasinya sama dengan Covid-19 dengan angka kematian dan angka kesakitan yang cukup besar mencapai 50 persen.

“Saat ini kita sudah bisa menurunkan angka kematian tersebut dari 50 persen bisa turun sampai sekarang ini dengan angka di bawah satu persen. Target kita ke depannya adalah tidak ada angka kematian lagi akibat DBD,” lanjutnya.

Baca Juga : Waspadai Infeksi Ganda, Covid-19 dan DBD di Tengah Pandemi

Selain itu, angka kesakitan yang disebabkan oleh DBD masih berfluktuasi sampai saat ini. Bahkan pada 2016, Indonesia pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB). Angka kesakitan akibat DBD masih cukup tinggi.

“Yang tadinya di bawah 20 persen, dan saat ini angka tersebut berusaha di jaga. Dari 400 kabupaten kota yang melaporkan kasus DBD, sebanyak 439 nya itu adalah kabupaten kota yang juga melaporkan adanya Covid-19,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini