Demam Tak Kunjung Turun, Kenali 7 Tanda Bahaya DBD

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 481 2234239 demam-tak-kunjung-turun-kenali-7-tanda-bahaya-dbd-MBl5jLvlwO.jpg Ilustrasi (Foto : Smartparents)

Pandemi virus corona Covid-19 bersamaan dengan demam berdarah (DBD) membuat beberapa rumah sakit harus bekerja esktra untuk menangani pasien. Meski kedua penyakit ini memiliki kemiripan karena sama-sama disebabkan oleh infeksi virus, namun DBD memiliki ciri-ciri khusus yang wajib di pahami.

Ahli infeksi dan pedriati tropik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA(K) mengatakan bahwa kasus DBD memiliki perjalanan selama satu minggu. Penyebabnya adalah virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.

“Biasa keluhannya adalah demam tinggi mendadak, kadang bisa ditandai dengan muka merah dan nyeri kepala, nyeri di belakang mata, muntah-muntah dan biasanya bisa juga pendarahan spontan seperti mimisan, gusi berdarah, atau timbul bintik-bintik merah di kulit,” terang dr. Mulya, dalam siaran langsung di Graha BNPB, Senin (22/6/2020).

DBD

Dokter Mulya mengatakan kondisi paling kritis bagi penderita DBD adalah pada hari ketiga. Apabila seorang pasien DBD demamnya tidak kunjung turun setelah atau kurang minum, maka akan menunjukkan tanda-tanda bahaya (Warning Sign) dari tubuhnya.

“Tujuh tanda bahaya yang dikeluarkan oleh tubuh di antaranya adalah sakit perut, letargi atau lemas, pendarahan spontan, pembesaran hati, penumpukan cairan, peningkatan hematokrit yang berlebihan, serta trombosit yang turun di bawah 100 ribu. Ini adalah fase berbahaya,” lanjutnya.

Baca Juga : Waspadai Infeksi Ganda, Covid-19 dan DBD di Tengah Pandemi

Lebih lanjut dr. Mulya menyebut bahwa hari ketiga adalah saat paling berbahaya bagi DBD yang biasa disebut sebagai fase kritis. Karena pada hari tersebut bisa terjadi kebocoran dari pembuluh darah yang membuat pasien menjadi bergejala.

“Kalau pembuluh darahnya bocor, cairannya akan keluar. Pasti aliran darah ke otak berkurang, mereka akan lemas, tidur terus seharian. Asupan makan dan minum sulit, tapi karena muntah-muntah terus, jadi semakin dehidrasi dan tidak buang air kecil hingga 4-6 jam terutama anak-anak,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini