Menguak Mitos Mandi Air Hangat Setelah Kehujanan, Perlukah?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 23 Juni 2020 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 612 2235175 menguak-mitos-mandi-air-hangat-setelah-kehujanan-perlukah-24rOdinm6y.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA hari terakhir, Jakarta memang diguyur hujan dengan intensitas sedang. Meski demikian, di tengah pandemi Covid-19, ini kita memang harus menjaga kesehatan.

Memang, beberapa penyakit seperti demam, sakit kepala dan flu bisa bisa mendatangi Anda, yang terkena guyuran hujan. Tapi, Anda tidak mau kan demam saat Pandemi ini?

Usai kehujanan biasanya seseorang akan kedinginan dan memutuskan untuk menghangatkan diri. Namun kebiasaan ini ternyata tidak tepat loh. Kepala Klinik Pratama Permata Bunda, Bekasi Timur, dr Sumiati Yusup menyebut kehujanan tidak akan berisiko besar pada suatu penyakit, namun syaratnya harus langsung mandi.

"Jika tidak segera mandi, kondisi pakaian yang sudah basah akan membuat tubuh menjadi menggigil,” terang dr. Sumiati.

Dampak kehujanan

Lebih lanjut dr. Sumiati mengatakan, seseorang tidak wajib menggunakan air hangat untuk mandi usai kehujanan. Mandi dengan air biasa dengan suhu normal sudah cukup. Tapi, air hangat bisa digunakan hanya sebagai opsi apabila suhu air terlalu dingin.

“Setelah mandi, seseorang dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman hangat seperti roti atau teh. Kalau kenyang mengonsumsi kue atau minum hangat," tambahnya.

Selain itu mengonsumsi vitamin juga bisa dilakukan untuk menjaga stamina tubuh. Vitamin C1000 bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun ketika nutrisi telah tercukupi dan stamina telah terjaga, maka konsumsi vitamin tidak perlu dilakukan.

“Ada juga vitamin C1000, kalau dikonsumsi oleh orang yang punya penyakit maag justru menyebabkan maagnya kambuh. Jadi sesuai kebutuhan saja,” tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini