Jessica Iskandar Terserang Takikardia, Penyakit Apa Itu?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 481 2235391 jessica-iskandar-terserang-takikardia-penyakit-apa-itu-eFCu8AawJZ.jpg Jedar (Foto: Inst Inijedar)

Kabar kurang enak datang dari artis cantik Jessica Iskandar yang akrab disapa Jedar. Ibu satu anak ini mengaku mengalami masalah detak jantung yang dikenal dengan istilah takikardia.

Informasi ini dia sampaikan melalui akun Youtube pribadinya. Dalam video tersebut, Jedar mengaku sudah melakukan beberapa pemeriksaan intensif dan diagnosa Takikardia pun dia terima.

Nama penyakit yang asing di telinga, ya. Tapi, Anda mesti tahu penyakit ini agar bisa mengenalinya dengan jelas dan dengan begitu bisa mencegahnya lebih awal.

 Jedar

Menurut Mayo Clinic, takikardia merupakan kondisi detak jantung lebih dari 100 detik per menit. Penyakit ini merupakan bagian dari masalah detak jantung atau yang populer disebut aritmia.

Nah, untuk membedakan apakah itu Takikardia atau hanya detak jantung cepat biasa misalnya efek berolahraga, Anda perlu mengenali tanda-tanda spesifiknya.

Seperti dilansir dari Mayoclinic.org, pada takikardia, jantung berdetak lebih kencang dari kondisi normal karena kondisi yang tidak terkait dengan stres fisiologis. Jadi, detak jantung 100 per detik meski Anda dalam kondisi baik-baik saja.

Dikatakan dalam laman ini juga beberapa kasus Takikardia jarang menimbulkan gejala lanjutan atau komplikasi. Tapi, jangan kemudian menganggap penyakit ini sepele.

Sebab, jika tidak diobati, takikardia bisa menggangu fungsi jantung normal dan menyebabkan komplikasi, seperti gagal jantung, stroke, dan serangan jantung mendadak atau bahkan kematian.

Baca juga: Pakai Baju Pengantin Klasik, Tara Basro Bahagia Mengucap Janji Bersama Daniel Adnan

Oleh karena itu, pasien takikardia seperti Jedar mesti menjalani perawatan intensif seperti obat-obatan, prosedur medis, atau operasi agar membantu mengendalikan detak jantung yang cepat tersebut. Perawatan intensif juga diperlukan untuk mengelola kondisi lain yang berkontribusi terhadap takikardia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini