Jessica Iskandar Didiagnosa Takikardia, Kenali Gejala Penyakitnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 09:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 481 2235397 jessica-iskandar-didiagnosa-takikardia-kenali-gejala-penyakitnya-I2m5t0giOp.jpg Jedar (Foto: Inst Inijedar)

Jessica Iskandar alias Jedar didiagnosa menderita takikardia. Penyakit tersebut berkaitan dengan detak jantung tidak normal, lebih dari 100 kali per menit.

Kondisi ini akan sangat membahayakan jika dia tidak mendapatkan perawatan yang intesif. Sebab, kalau dibiarkan kondisi takikardia bisa menyebabkan gagal jantung.

Dalam keterangannya di Youtube, Jedar mengaku sudah menjalani serangkaian perawatan. Hal ini memang harus dilakukan pasien takikardia untuk mengontrol detak jantung kembali normal lagi, 60-100 kali per menit.

 Jedar

Belajar dari kasus Takikardia yang dialami Jessica Iskandar, Anda mesti tahu bahwa penyakit ini memiliki beberapa gejala khas yang dapat dikenali.

Sementara itu, menurut Mayo Clinic ketika jantung Anda berdetak terlalu kencang, itu mungkin tidak memompa cukup darah ke seluruh tubuh Anda. Kondisi tersebut bisa membuat organ dan jaringan oksigen 'kelaparan' dan ketika kondisi ini terjadi, gejala yang dapat dikenali meliputi.

1. Sesak napas

2. Sakit kepala ringan

3. Denyut nadi cepat

4. Debar jantung - detak jantung yang berdetak kencang, tidak nyaman, atau tidak teratur, atau sensasi 'jatuh' di dada

5. Nyeri dada

6. Pingsan

Menjadi catatan, pasien takikardia banyak yang tak menunjukan gejala sama sekali dan penyakit ini hanya ditemukan selama pemeriksaan fisik atau dengan tes pemantauan jantung yang disebut elektrokardiogram.

Baca juga: Pakai Baju Pengantin Klasik, Tara Basro Bahagia Mengucap Janji Bersama Daniel Adnan

Lantas, kapan kita harus datangi dokter jantung?

Anda mesti memeriksakan kondisi tubuh ke dokter ketika alami pingsan, sulit bernapas, atau nyeri dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit. Kalau sudah alami gejala-gejala tersebut, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat. Ingat, jangan sepelekan takikardia!

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini