Jessica Iskandar Terkena Takikardia, Efek Stres Mendadak?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 481 2235405 jessica-iskandar-terkena-takikardia-efek-stres-mendadak-3TVNyYO1eO.jpg Jedar (Foto: Inst Inijedar)

Secara mengejutkan artis cantik Jessica Iskandar alias Jedar mengumumkan pada publik bahwa dirinya mengalami masalah pada jantungnya. Ya, ibu satu orang anak itu didiagnosa takikardia.

Kondisi itu mengharuskan Jedar mampu mengontrol detak jantungnya kembali normal dengan perawatan intensif. Perlu Anda ketahui, takikardia adalah penyakit detak jantung melebihi 100 kali per menit, padahal normalnya 60-100 per menit.

 Jedar

Takikardia termasuk penyakit yang dapat dikontrol. Karena itu, pasien penyakit ini sangat dianjurkan untuk mendapat pengawasan dokter agar kondisi detak jantung tak normalnya tidak menyebabkan komplikasi serius.

Bicara mengenai penyebab penyakit Takikardia, diterangkan dalam laman Mayo Clinic, penyakit ini disebabkan oleh sesuatu yang mengganggu impuls listrik normal yang mengontrol laju aksi pemompaan jantung.

Banyak hal yang menyebabkan atau berkontribusi pada detak jantung yang cepat ini, termasuk beberapa masalah berikut:

1. Anemia

2. Minum terlalu banyak minuman berkafein

3. Minum terlalu banyak alkohol

4. Olahraga

5. Demam

6. Tekanan darah tinggi atau rendah

7. Ketidakseimbangan elektrolit, zat terkait mineral yang diperlukan untuk melakukan impuls listrik

8. Efek samping obat tiroid yang terlalu aktif

9. Merokok

10. Stres mendadak, seperti ketakutan

11. Penggunaan obat stimulan, seperti kokain atau metamfetamin

Namun, menjadi catatan penting bahwa takikardia bisa juga terjadi karena penyebab yang tidak ditentukan. Oleh karena itu, pemeriksaan intensif pasien Takikardia sangat diperlukan agar mendapat diagnosa yang tepat.

Baca juga: Pakai Baju Pengantin Klasik, Tara Basro Bahagia Mengucap Janji Bersama Daniel Adnan

Pasien takikardia seperti yang dialami Jedar juga akan diminta untuk mengubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat sekali mendapat perawatan medis untuk kondisi kesehatan terkait sehingga risikonya terkendali.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini