Makan Telur Rebus Bisa Turunkan Berat Badan, Benarkah?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 481 2235495 makan-telur-rebus-bisa-turunkan-berat-badan-benarkah-DtrayxgpwG.jpg Telur rebus (Foto : Son Shine Kitchen)

Diet Telur Rebus adalah diet populer yang menjanjikan penurunan berat badan yang cepat. Seperti namanya, diet ini menyarankan Anda mengonsumsi beberapa porsi telur rebus per hari, bersama dengan protein tanpa lemak lainnya, sayuran tanpa zat tepung, dan buah-buahan rendah karbohidrat.

Sementara beberapa orang meyakini diet telur rebus yang dilakukan secara teratur dapat membantu menurunkan berat badan. Sementara yang lainnya mengatakan tidak efektif dan sulit untuk diikuti.

Melansir Healthline, Rabu (24/6/20020), artikel ini akan mengulas apakah diet telur rebus benar-benar bisa menurunkan berat badan.

Diet telur rebus adalah diet yang mengonsumsi makanan berkalori rendah seperti telur, sayuran non-tepung, dan buah rendah karbohidrat.

Telur Rebus

Dengan demikian, mengikuti diet kemungkinan akan menyebabkan defisit kalori, yang berarti bahwa Anda akan mengkonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang Anda bakar sepanjang hari. Meskipun beberapa faktor mempengaruhi manajemen berat badan, defisit kalori sangat penting untuk penurunan berat badan.

Baca Juga : Pesona Tiara Savitri, Putri Mulan Jameela yang Tolak Lamaran Putra Hamengkubuwono IX

Diet telur rebus juga rendah karbohidrat, yang kemudian dapat membantu menurunkan berat badan. Faktanya, review dari 12 studi menemukan bahwa mengikuti diet rendah karbohidrat jangka pendek secara signifikan meningkatkan penurunan berat badan dan memperbaiki beberapa faktor risiko lain untuk penyakit jantung, seperti tekanan darah.

Sebuah studi pada 164 orang dengan indeks massa tubuh (BMI) 25 atau lebih juga menemukan bahwa mengikuti diet rendah karbohidrat selama 20 minggu secara signifikan meningkatkan metabolisme dan menurunkan kadar hormon lapar ghrelin dibandingkan dengan diet tinggi karbohidrat.

Namun, perlu diingat bahwa meskipun diet dapat menyebabkan penurunan berat badan di awal, kemungkinan besar berat badan bisa bertambah lagi setelah Anda melanjutkan diet normal. Oleh karena itu, ini mungkin bukan pilihan terbaik untuk penurunan berat badan jangka panjang yang berkelanjutan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini