Dampak Alergi Jangka Panjang, Gangguan Daya Ingat hingga Depresi

Wilda Fajriah, Jurnalis · Minggu 28 Juni 2020 08:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 26 481 2237118 dampak-alergi-jangka-panjang-gangguan-daya-ingat-hingga-depresi-kPXzL4RTch.jpg Ilustrasi alergi pada anak (Foto: Shutterstock)

Alergi merupakan penyakit keturunan yang bisa berdampak besar pada tumbuh kembang anak. World Allergy Organization (WHO) menyatakan bahwa anak lebih berisiko mengalami alergi dibanding orang yang lebih tua, dengan angka prevalensi pada anak sebesar 4-6% sementara pada orang dewasa hanya 1-3%.

Anak lebih berisiko mengalami alergi jika memiliki riwayat penyakit atopik dalam keluarga seperti dermatitis atopik, asma, dan atau rhinitis alergi dari setidaknya salah satu orangtua atau saudara kandung. Selain faktor genetik, beberapa anak juga lebih berisiko mengalami alergi jika dilahirkan melalui operasi caesar, penggunaan antibiotik saat persalinan, hingga terpapar asap rokok.

Alergi tak hanya menimbulkan dampak fisik seperti kulit yang memiliki ruam merah, gatal-gatal, atau bersin, melainkan berdampak pada psikologis anak dan orangtua.

Ilustrasi alergi 

Baca juga: Pilek, Mual dan Diare Resmi Jadi Gejala Corona Covid-19

Penelitian menyebutkan bahwa anak yang alergi dapat mengalami gangguan seperti gangguan daya ingat, kesulitan bicara, konsentrasi berkurang, hiperaktif dan lemas. Sedangkan bagi orang tua, munculnya gejala alergi pada anaknya dapat menimbulkan kecemasan berlebih atau lebih parahnya sampai perasaan depresi.

Psikolog Putu Andani M.Psi mengatakan, secara sosial, anak dan orangtua bisa merasa rendah diri dan menyerah. Jika hal ini terjadi, pencegahan terhadap risiko alergi pada anak dapat terhambat.

"Untuk itu, orangtua harus menanamkan semangat positif dan optimis bahwa pencegahan alergi dapat dilakukan sejak dini. Jika reaksi alergi terjadi sebaiknya orangtua jangan panik, usahakan agar si Kecil tetap tenang, jangan berasumsi tentang penyebab alergi si Kecil, lakukan validasi langsung dengan ahlinya,” ujar Putu.

Sementara itu, sosok ibu yang memiliki seorang anak penderita alergi, Chacha Thaib, betul-betul merasakan dampaknya. Ia mengatakan, isu alergi merupakan hal yang harus menjadi perhatian, khususnya bagi orang tua yang memiliki risiko menurunkan kondisi alerginya pada anak.

"Saya mempunyai riwayat alergi susu sapi dan debu, sehingga menurun ke anak saya yang alerginya beragam, salah satunya alergi susu sapi. Selain dampak kesehatan dan beban ekonomi yang besar, saya dan si Kecil juga menjadi cenderung penakut dalam memilih makanan," tutur Chacha.

Ilustrasi alergi 

Untuk itu, tak henti-hentinya Chacha untuk mengajak para orangtua agar tidak menyepelekan penyakit alergi. Karena selain berdampak pada psikis anak, namun juga berdampak pada sisi psikologi dan ekonomi.

"Di kesempatan ini, saya ingin mengajak para orang tua untuk lebih menyadari pentingnya pencegahan alergi sejak dini untuk menghindari dampak negatif di kemudian hari,” pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini