Gowes Sepeda Mendadak Populer, Pesepeda: Makin Banyak Orang Sadar Berolahraga

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 27 Juni 2020 05:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 27 481 2237191 gowes-sepeda-mendadak-populer-pesepeda-makin-banyak-orang-sadar-berolahraga-XFGyqLjEJx.jpg Gowes sepeda kian populer (Foto : Dede/Okezone)

Sebuah brand navigator GPS, Garmin, mengeluarkan hasil riset berjudul 'Garmin Teliti Perubahan Aktivitas Fisik Selama Pandemi'. Dalam penelitiannya diketahui bahwa olahraga jadi aktivitas yang paling banyak dipilih masyarakat dunia selama pandemi Covid-19.

Olahraga ternyata masih menjadi aktivitas yang dilakukan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Namun, tak semua olahraga dilakukan, yang paling banyak itu adalah berjalan, lari, indoor cycling, dan aktivitas lainnya.

Penelitian ini membandingkan aktivitas fisik atau olahraga masyarakat pada April 2020 dengan April 2019. Melalui analisis ini, Garmin mengamati aktivitas fisik pengguna Garmin di seluruh dunia sebagai bagian dari komitmen Garmin untuk mengedukasi dan memberikan informasi terkini mengenai perubahan pada jenis aktivitas fisik selama masa pandemi dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Meski didapati fakta bahwa banyak orang melakukan indoor cycling, tapi di jalanan kita bisa lihat semakin banyak juga pesepeda yang lalu lalang. Bahkan, ini menjadi fenomena yang masif di beberapa kota di Indonesia.

Sepeda

Kondisi seperti ini ternyata dianggap baik oleh pesepeda. Ya, menurut Iman, fenomena sepeda di tengah pandemi menunjukkan perubahan gaya hidup yang lebih banyak di masyarakat.

"Saya sih melihatnya asik. Jadi, tahu ternyata teman-teman di luar sana banyak juga yang sepedahan, bisa gowes bareng jadinya," ungkapnya pada Okezone, Jumat (26/6/2020).

Baca Juga : Cegah Covid-19, Dokter Reisa Minta Masyarakat Belajar dari Aceh dan NTT

Iman melanjutkan, dengan munculnya fenomena sepeda ini juga membuat pola pikir masyarakat berubah. Jadi, tidak ada lagi orang yang memandang sebelah mata para pesepeda.

"Dulu kan orang berpikir ngapain si beli sepeda, mending lari aja lebih simpel. Nah, semenjak corona, makin banyak yang gowes, makin banyak yang sadar akan olahraga," katanya.

Ia pun tak mempermasalahkan pesepeda pemula yang gowes di jarak pendek. Bukan soal jarak, tetapi niat mereka untuk mau hidup sehat yang harusnya dijadikan fokus perhatian.

"Walaupun jarak sepedahannya cuma deket-deket, yang penting ada cara buat gerakin badan nggak cuma tiduran doang di rumah, toh?" pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini