William Wongso Ungkap Rahasia Datangkan Gordon Ramsay ke Sumbar

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 19:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 298 2238419 william-wongso-ungkap-rahasia-datangkan-gordon-ramsay-ke-sumbar-pf2cIar4zW.jpg Gordon Ramsay. (Foto: YouTube/Gordon Ramsay)

PAKAR kuliner Nusantara, William Wongso lagi-lagi berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dia dipercaya menjadi mentor Celebrity Chef Gordon Ramsay yang hendak belajar memasak rendang secara langsung.

Keseruan mereka pun terekam jelas dalam program televisi Gordon Ramsay: Uncharted Season 2 episode Sumatra's Stunning Highlands. Kepada Okezone, pria yang akrab disapa Om William itu menjelaskan secara gamblang, bagaimana awal mula dia bisa sampai diajak kerja sama oleh tim Gordon Ramsay.

gordon

"Jadi saya dihubungi langsung oleh timnya. Kebetulan mereka habis menyelesaikan proses syuting di India Selatan, dan rencananya mau mampir ke Indonesia," kata William saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (29/6/2020).

Setelah beberapa kali menjalin komunikasi secara online, William Wongso pun mengajukan sebuah proposal lengkap dengan data-data yang diperlukan. September 2019, proposal tersebut disetujui oleh tim Gordon Ramsay.

William menambahkan, rendang menjadi makanan khas Indonesia yang diincar banyak orang di dunia. Bahkan rendang juga dinobatkan sebagai makana terlezat seantero jagat ini.

"Mereka itu ingin menonjolkan dari sisi kearifan lokal. Sumatera Barat adalah tempat yang tepat. Di sini hanya budaya dan tradisi yang menarik untuk dikulik. Terutama budaya makannya atau dikenal dengan istilah makan bajamba," kata William.

Dalam arti lain, setidaknya masyarakat internasional sudah memiliki gambaran seperti apa keunikan kuliner Indonesia. Namun yang terpenting, kata William, budaya atau kultur di Sumatera Barat itu sangat cocok dengan tema program yang diusung Ramsay.

"Gini, kalau ada orang datang ke suatu daerah, terutama orang asing, kita harus menjelaskan budaya makannya selain budaya yang lain. Bukan soal rasa, rasa itu datang belakangan. Kita harus memikat mereka dari budaya makannya dulu. Dari sini dia bisa bayangkan kultur lokal seperti apa," pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini