Masak Bareng Gordon Ramsay, William Wongso: Dia Ramah

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 298 2238444 masak-bareng-gordon-ramsay-william-wongso-dia-ramah-NfYJMhnivJ.jpg Gordon Ramsay dan William Wongso. (Foto: National Geographic)

PAKAR kuliner Indonesia, William Wongso, membagikan pengalamannya saat syuting bersama koki selebriti asal Inggris, Gordon Ramsay. Saat sesi memasak, William Wongso merasakan keseruan yang berbeda.

Diceritakan William Wongso, pada pertengahan 2019 lalu dirinya mengaku dihubungi langsung oleh tim Gordon Ramsay. Dia diminta tampil dalam program televisi Gordon Ramsay: Uncharted Season 2 episode Sumatra's Stunning Highlands.

Proses syuting pun dilangsungkan selama kurang lebih 4 hari. Dimulai sejak 16 Januari-20 Januari 2020 di Provinsi Sumatera Barat.

gordon ramsay

"Base kami waktu itu di Bukittingi, tapi kami mengunjungi beberapa daerah dan objek wisata di sekitarnya. Seperti Istana Pagaruyung di Batusangkar," ungkap William saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Senin (29/6/2020).

Di tempat inilah, William mendapatkan sebuah pengalaman menarik saat syuting bersama Gordon Ramsay. Kejadiannya bermula saat mereka hendak menuruni tangga Istana Pagaruyung yang cukup curam.

Ramsay secara tiba-tiba berbisik di telinga William, "Apakah benar usiamu 73 tahun?,". Pria yang akrab disapa Om Will itu pun mengiyakan.

Tanpa berpikir panjang, Gordon Ramsay langsung menggandeng tangan William dan menuntunnya menuruni anak tangga.

"Kalau ingat kejadian itu saya bawaannya ingin ketawa. Ya walaupun akhirnya saya jadi merasa tua, tapi ternyata dia (Ramsay) aslinya sangat ramah, perhatian dan bersahaja," ungkapnya.

Tak hanya itu, William mengatakan bahwa Ramsay juga sangat ramah kepada seluruh kru dan orang-orang yang turut berkontribusi dalam program televisinya tersebut.

Hal ini bisa dilihat dari salah satu kebiasaan Ramsay yang hobi memberikan julukan kepada seluruh krunya. Menurut William, tindakan Ramsay itu dilakukan untuk menciptakan suasana nyaman saat proses syuting berlangsung.

"Dia itu orangnya ramai dan jahil. Krunya sampai dikasih julukan masing-masing. Pada saat itu, kurang lebih ada 20 kru. Ramsay juga selalu punya cara untuk mencairkan suasana. Pekerjaan tim mereka kan cukup berat," ungkapnya.

Perlu diketahui, mereka syuting tanpa genset atau listrik tambahan. Bayangkan saja, alat-alat yang digunakan ukurannya besar-besar berat. "Kalau tidak salah sampai 850 kg," kata pria yang dijuluki Diplomat Rendang itu.

Lebih lanjut William menjelaskan, Ramsay juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dia tampaknya tidak akan puas bila belum mendapatkan informasi atau menjajal langsung hal-hal yang ingin dia ketahui.

"Waktu itu dia datang langsung ke pasar, nyobain bikin bumbu rendang menggunakan cobek di lapak pedagang. Saat mencari daging rendang pun demikian. Di film itu kan dia juga ikut Pacu Jawi (pacuan sapi khas Sumbar) ditemani oleh Ade Putri. Dia yang langsung turun tangan, sampai jatuh beberapa kali hingga badannya dipenuhi lumpur sawah," ungkap William.

"Sebelum berpisah, dia bilang kalau saya berkunjung ke Inggris, dia mau saya masak di restorannya," tutupnya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini