Ini 3 Kunci Kembangkan Industri Kuliner di Era New Normal

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 13:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 406 2238105 ini-3-kunci-kembangkan-industri-kuliner-di-era-new-normal-stjkDTGHEP.jpg Selat Solo (Foto: Inst Vitasong_)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah berupaya mendorong para pelaku industri kuliner untuk beradaptasi di new normal. Hal tersebut ditegaskan oleh Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh.

Dia mengatakan, pandemi Covid-19 telah membawa semua untuk memasuki era kenormalan baru yang mengisyaratkan masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi ini. Khususnya sektor ekonomi kreatif yang menopang perekonomian nasional.

 industri kuliner

Pihaknya kini tengah menyusun upaya dan langkah-langkah pemulihan dalam menyambut kondisi normal baru di sektor pariwisata.

"Pandemi Covid-19 bukan hanya memberikan dampak yang besar kepada sektor pariwisata tetapi juga sektor ekonomi kreatif," kata Frans Teguh seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (29/6/2020).

 Baca juga: Diet Turunkan Berat Badan? Begini 4 Cara Kurangi Porsi Makan

Frans menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya memberikan pendampingan pada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memasuki new normal.

Kemenparekraf juga sedang menyiapkan handbook untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sebagai turunan yang lebih detil dari protokol yang telah disusun Kementerian Kesehatan berdasarkan masukan dari Kemenparekraf untuk sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Tentunya protokol ini nantinya tidak terbatas pada sektor pariwisata saja, selain ditujukan untuk hotel, homestay, restoran/rumah makan, dan daya tarik wisata, protokol ini juga akan menyasar berbagai kegiatan kreatif yang sifatnya crowd-gather seperti gelanggang seni, kegiatan produksi film, TV, dan iklan serta usaha-usaha ekonomi kreatif lainnya,” kata Frans Teguh.

Dia juga menjelaskan setidaknya terdapat tiga kunci terkait protokol normal baru tersebut yaitu terkait kebersihan, kesehatan dan keamanan atau cleanliness, health, and safety yang disingkat CHS.

“Implementasi protokol CHS penting dilakukan oleh para pelaku kuliner di Kota Surakarta untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk mau mencicipi ragam kuliner di Kota Surakarta kembali,” tutup Frans Teguh.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini