Begini Cara Membedakan Alergi dengan Infeksi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 17:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 481 2238325 begini-cara-membedakan-alergi-dengan-infeksi-1yXf1XcrKZ.jpg Susu bisa menyebabkan alergi (Foto: Reader's Digest Canda)

Alergi susu sapi menjadi salah satu masalah yang sering dihadapi anak pada masa pertumbuhan. Alergi ini berdampak pada kesehatan yang nantinya akan mengganggu proses tumbuh kembang si kecil.

Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan SpA(k), M.Kes. mengatakan, gejala alergi susu sapi akan muncul pada tiga organ utama. Beberapa organ tersebut yaitu saluran cerna, kulit, dan saluran napas. Terdapat gejala berat akibat tidak segera ditangani yakni anafilaksis (alergi parah yang mengancam jiwa).

“Tapi dalam kasus alergi, diare yang paling sering muncul atau mulas. Pada kulit, gejala terbanyak adalah dermatitis atopik. Pada saluran napas paling banyak asma dan rinitis,” terang Prof Budi dalam acara Bunda Tanggap Alergi di Masa Pandemi, Senin, (29/6/2020).

susu sapi bisa menimbulkan alergi

Apabila menemukan gejala pada saluran napas, seseorang harus bisa membedakan antara alergi atau infeksi. Cara membedakannya dilihat selama batuk dan pilek. Apakah gejala tersebut disertai demam atau tidak, atau apakah batuk sering terjadi di malam atau setiap hari. Pemeriksaan dahak juga bisa dilakukan.

“Kalau infeksi kejadian batuk pileknya bisa terjadi sepanjang hari, sementara kalau alergi biasanya malam hari. Kalau infeksi, dahaknya kental sementara alergi itu dahaknya hanya encer. Itu cara untuk membedakan alergi dan infeksi virus di masa pandemi,” lanjutnya.

 Baca juga: Diet Turunkan Berat Badan? Begini 4 Cara Kurangi Porsi Makan

Intinya segala macam gejala yang terjadi atau timbul pada anak, harus segera dikonsultasikan dengan dokter. Nantinya dokter akan memastikan apakah betul anak tersebut mengalami alergi dan mencari sumbernya. Jika alerginya berasal dari susu sapi, sudah pasti akan dilakukan tata laksana sesuai Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

(DRM)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini