Wisatawan Domestik Diharap Jadi Pionir Terapkan Protokol CHS

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 18:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 406 2238996 wisatawan-domestik-diharap-jadi-pionir-terapkan-protokol-chs-36EW3JlLXr.jpg Wisata new normal (Foto: Okezone)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berharap pemanfaatan platform digital dan konten kreatif bisa menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menarik kepercayaan wisatawan agar kembali berwisata di Indonesia. Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya, saat Webinar Workshop Konten Kreatif Travel Vlogger menjelaskan, di tengah pandemi COVID-19 saat ini, Indonesia sedang mengalami lack of trust destination dari wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

“Gaining trust dan confidence adalah kunci dalam percepatan pemulihan sektor pariwisata namun hal ini tidak mudah. Butuh upaya yang luar biasa dan kerja sama dari kita semua,” kata Nia Niscaya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (30/6/2020).

 wisatawan domestik

Berdasarkan data dari social listening tools Sprinklr Analytic, selama periode 9-16 Juni 2020, ada peningkatan signifikan persepsi negara lain terhadap Indonesia terkait pandemi Covid-19 dari bulan-bulan sebelumnya yang minus di bawah angka nol. Pekan ini mulai positif, variatif dan ada yang di atas 50 persen.

“Kami berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk membuat konten kreatif vlogging, khususnya dalam mempromosikan keindahan dan keunikan pariwisata tanah air. Wisatawan nusantara atau domestik diharapkan dapat menjadi pionir yang mempopulerkan normal baru pariwisata Indonesia berdasarkan protokol Cleanliness, Health, and Safety (CHS) yang tengah kami persiapkan,” ujarnya.

Walau memprioritaskan wisatawan nusantara terlebih dahulu dalam waktu dekat, untuk komunikasi ke negara pasar, Kemenparekraf juga telah melakukan kampanye #DreamNow #TravelTomorrow.

Baca juga: Gubernur Banten Izinkan Objek Wisata Buka Kembali

Hal itu lantaran penduduk dunia sangat sensitif saat ini, maka promosi luar negeri juga akan lebih menyuarakan tentang #DreamNow sambil terus menginspirasi untuk #TravelTomorrow.

Dalam customer journey, dreaming adalah salah satu awal, sehingga untuk mempersiapkan saat kondisi sudah memungkinkan untuk melakukan perjalanan, upaya menginspirasi konsumen untuk tetap memilih Indonesia perlu terus dilakukan melalui promosi digital.

Ketika kondisi Covid-19 mulai mereda dan kondusif, masyarakat diharapkan tetap saling mengingatkan untuk menegakkan protokol kesehatan. Belajar dari negara lain yang berhasil menangani Covid-19 dengan baik, yang bangkit terlebih dahulu adalah wisatawan domestiknya.

Begitu pula dengan Indonesia, jika kondisi sudah kondusif, wisatawan domestik akan menjadi harapan, sehingga Kemenparekraf membuat kampanye aktivasi #DiIndonesiaAja yang mengajak wisatawan domestik untuk berwisata di dalam negeri dengan tetap menegakkan protokol CHS.

Untuk membangun kepercayaan terhadap destinasi Indonesia, penerapan protokol CHS tengah dipersiapkan, didukung dengan acuan penerapan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan Kementerian Kesehatan dan diturunkan kedalam panduan protokol kesehatan sektor Parekraf, yang antara lain dalam bentuk digital handbook dan pembuatan konten kreatif bekerja sama dengan hotel, rumah makan dan sektor Ekraf lainnya yang akan segera diluncurkan.

“Kami juga menggunakan media sosial secara intensif untuk membagikan konten-konten edukasi seperti video animasi untuk mengingatkan kebiasaan baru yang harus dipraktikkan di era normal baru seperti pemakaian masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain. Keindahan wisata alam Indonesia juga kami kemas sebagai konten kreatif yang mengundang inspirasi wisatawan, harapannya dapat mengundang minat wisatawan untuk kembali menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya nusantara,” ujar Nia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini