Mobil Via Vallen Dibakar, Psikolog: Bisa Jadi Fans Setianya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 30 612 2239053 mobil-via-vallen-dibakar-psikolog-bisa-jadi-fans-setianya-fXtoS5LSXA.jpg Via Vallen. (Foto: Instagram/@viavallen)

KABAR duka datang dari Penyanyi Dangdut Via Vallen. Mobil seharga miliaran rupiah yang dibelinya cash dibakar seseorang yang tak dikenal.

Aksi kejahatan ini pun langsung ditangani pihak kepolisian Sidoarjo, Jawa Timur. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan yang pasti apa motif pelaku membakar mobil mewah Via Vallen.

Menurut keterangan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, sampai saat ini informasi dari terduga pelaku masih sangat minim. Saat diwawancara polisi, pelaku berbicara terbata-bata dan tidak logis dalam menjawab.

via vallen

"Motif pelaku belum bisa ditentukan saat ini. Sebab dari keterangan, terduga belum mengatakan apa-apa, saat kami tanya omongannya ngelantur, ditanya apa jawabannya 'yes'," kata Sumardji pada Special Report iNews TV, Selasa (30/6/2020).

Karena kondisi tersebut, pihak kepolisian masih memberi kesempatan untuk terduga pelaku supaya tenang dulu. Tindakan ini dilakukan agar informasi bisa dikulik lebih jauh dari terduga pelaku.

Di sisi lain, Reza Indragiri, Psikolog Forensik, coba menerangkan bahwa ada kemungkinan pelaku adalah penggemar setia atau fans fanatik Via Vallen. Hal ini didasari dari beberapa hal yang terjadi dalam peristiwa pembakaran mobil mewah Via Vallen.

"Masuk akal jika berspekulasi bahwa pelaku pembakaran adalah fans setia Via Vallen. Saya tidak bermaksud mendramatisir, tapi kasus ini serupa dengan apa yang dialami John Lenon. Sangat paradoks memang," terangnya di iNews Sore.

Ketika seseorang begitu mencintai seorang figur, dia akan merasakan beberapa hal, termasuk membahayakan si figur idola itu sendiri.

"Kalau seseorang mencintai teramat sangat, dia akan merasa ada kepemilikan ada figur tersebut. Ini merupakan simbolik yang maksimal," sambung Reza.

Dia menambahkan dengan kondisi yang demikian, seseorang akan mengalami ketidakterimaan, enggan berbagi orang yang disukai disayangi banyak orang juga. Selain itu, dia cenderung menguasai, menaklukan, bahkan menghabisi sosok yang diidolakan tersebut.

"Kalau apakah si pelaku hater, enggak mungkin meninggalkan catatan. Jadi, enggak masuk akal," tegas Reza.

Namun, sambung Reza, kalau spekulasinya adalah dendam, ini masuk akal. Sebab, kejahatan dilakukan karena ada rasa benci dan pelaku bisa saja menyimpan dendam pada Via Vallen.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini