Catat, Sampah Plastik di Laut Tak Terurai Meski Sudah 20 Tahun!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 09:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 07 01 612 2239264 catat-sampah-plastik-di-laut-tak-terurai-meski-sudah-20-tahun-6BQspUApWC.jpg Sampah plastik di laut (Foto : Sciencealert)

Jangan pernah anggap sepele masalah sampah plastik. Informasi yang Anda dengar terkait dengan plastik tak mudah terurai adalah kebenaran yang mestinya Anda yakini.

Bahkan, peneliti menyebutkan bahwa sampah plastik yang ada di lautan tak terurai sedikit pun selama 20 tahun lamanya. Fakta ini tentu kabar buruk untuk bumi yang kita tempati dan kelangusngan hidup seluruh makhluk di dalamnya.

Dikutip dari Science Alert, para peneliti melihat dua sampel plastik yang ditempatkan di 4.150 meter (13.615 kaki) di bawah permukaan Samudra Pasifik timur. Dari hasil observasi, ditemukan bahwa sebagian besar plastik masih sepenuhnya utuh, dan parahnya lagi sampah tersebut mempengaruhi komunitas mikroba yang tumbuh di permukaan plastik.

Sampah Plastik

Meskipun tidak sulit untuk menemukan plastik di lautan, sulit untuk menentukan tanggal secara akurat, sehingga temuan ini menjadi peringatan penting tentang berapa lama plastik bisa bertahan begitu dibuang ke laut.

"Hasil penelitian ini mewakili set data pertama yang mengintegrasikan nasib dan fungsi ekologi plastik selama interval waktu lebih dari dua dekade di lingkungan laut dalam," tulis para peneliti dalam makalah yang diterbitkan.

Lebih lanjut, penelitian ini pun melihat bahwa sebuah wadah makanan dan kaleng Coca-Cola yang dibungkus kantong plastik adalah barang-barang yang banyak dibuang ke laut yang ditemukan oleh para peneliti.

Baca Juga : Selamat Hari Bhayangkara, 5 Polwan Cantik Ini Siap Melindungi Negara

Berkat kode dan nama merek pada wadah, dan fakta bahwa kaleng itu merupakan bagian dari edisi terbatas, tim dapat memberi tanggal pada item-item tersebut antara tahun 1988 dan 1996 dan sampah tersebut masih dalam kondisi utuh.

"Ternyata, baik kantong plastik pembungkus maukun kotak makan yang ada di dalam plastik tersebut tidak menunjukan tanda-tanda fragmentasi atau bahkan degredasi," kata Ahli Biogeokimia Stefan Krause dari Lembaga Penelitian GEOMAR di Jerman.

Efek dari adanya sampah ini di dasar laut pun ternyata sama-sama buruk, walau keduanya terbuat dari material yang berbeda. Efeknya itu ialah tak adanya mikroba sehat yang hidup di antara sampah tersebut.

Hal ini karena plastik di lautan mengeluarkan bahan kimia yang membuat area sekitarnya menjadi rusak. Namun, peneliti menilai bahwa sampah plastik ini hanya sampel kecil sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.

"Studi ini juga membangun dasar penting untuk proyek baru GEOMAR yaitu HOTMIC (Horizontal and Vertical Oceanic Distribution, Transport, and Impact of Microplastics), dengan tujuan untuk melacak limbah plastik yang memasuki lautan dari berbagai benua menuju pusaran laut besar dan lebih jauh lagi ke dasar laut abyssal," kata ilmuwan kelautan GEOMAR Matthias Haeckel.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini