Ini yang Dialami Anak-Anak saat Orangtua Bercerai

Kamis 02 Juli 2020 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 196 2240109 ini-yang-dialami-anak-anak-saat-orangtua-bercerai-HMKfuIduN0.jpg Perceraian

Setiap pasangan yang menikah pasti ingin memiliki pernikahan yang bahagia dan langgeng. Namun tak semua pernikahan berakhir indah.

Terkadang perceraian tak bisa dihindari karena konflik berkempanjangan yang tak kunjung berhenti. Namun ternyata perceraian orangtua memberikan dampak psikologis kepada anak.

Penelitian telah menemukan bahwa anak-anak berjuang paling keras selama satu atau dua tahun pertama setelah orangtua mereka berpisah. Mereka cenderung mengalami kesusahan, kemarahan, kecemasan, dan ketidakpercayaan. Bahkan ini juga membuat mereka tak percaya diri.

 anak frustasi

Sebagian anak tidak pernah benar-benar kembali ke normal. Persentase kecil anak-anak ini mengalami masalah yang berkelanjutan, bahkan seumur hidup setelah perceraian orangtua mereka, meski, banyak anak-anak yang bisa bangkit kembali.

Mereka terbiasa dengan perubahan dalam rutinitas harian dan merasa nyaman dengan pengaturan hidup mereka.

Seperti dilansir Sindo News, perceraian bisa menciptakan kekacauan emosional bagi seluruh keluarga. Tetapi untuk anak-anak, situasinya bisa sangat menakutkan, membingungkan, dan membuat frustrasi.

Anak kecil sering kesulitan memahami mengapa mereka harus pergi di antara dua rumah. Mereka mungkin khawatir jika orangtua mereka bisa berhenti saling mencintai suatu hari nanti dan akan berhenti mencintai mereka.

Anak-anak sekolah dasar merasa khawatir bahwa perceraian adalah kesalahan mereka. Mereka mungkin takut melakukan kesalahan atau menganggap mereka melakukan sesuatu yang salah.

Sedangkan pada remaja, menjadi sangat marah tentang perceraian dan perubahan yang ditimbulkannya. Mereka menyalahkan salah satu orangtua akibat perpisahan atau membenci salah satu atau kedua orangtua karena pergolakan dalam keluarga.

Baca juga: Viral Wali Kota Bogor 'Goyang AKB', Cara Seru Edukasi Cegah Covid-19

Dalam keadaan ekstrem, seorang anak mungkin merasa lega dengan perpisahan karena perceraian berarti lebih sedikit pertengkaran dan lebih sedikit stres. Perceraian membuat anak-anak kehilangan kontak sehari-hari dengan satu orangtua dan paling sering ayah. Kontak yang menurun mempengaruhi ikatan orangtua anak dan menurut sebuah makalah yang diterbitkan pada tahun 2014, para peneliti telah menemukan banyak anak merasa kurang dekat dengan ayah mereka setelah perceraian.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini