Orangtua yang Bercerai Sering Bikin Anak-Anak Kehilangan Kontak dengan Ayahnya

Kamis 02 Juli 2020 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 196 2240145 orangtua-yang-bercerai-sering-bikin-anak-anak-kehilangan-kontak-dengan-ayahnya-OCK5lRpDhi.jpg Orangtua bercerai (Foto: Focus on The Family)

Setiap orang yang menikah berharap pernikahan bisa berlangsung langgeng dan bahagia. Namun faktanya hidup tak selalu semulus itu. Kadang pasangan terpaksa bercerai.

Pasangan terpaksa bercerai akibat perselingkuhan, ekonomi, bahkan kasus KDRT. Perlu diketahui perceraian bisa menciptakan kekacauan emosional bagi seluruh keluarga. Namun untuk anak-anak, situasinya bisa sangat menakutkan, membingungkan, dan membuat frustrasi.

 cerai

Anak sering kesulitan memahami mengapa mereka harus pergi di antara dua rumah. Mereka mungkin khawatir jika orangtua mereka yang berhenti saling mencintai suatu hari nanti dan akan berhenti mencintai mereka.

Anak-anak sekolah dasar merasa khawatir bahwa perceraian adalah kesalahan mereka. Mereka mungkin takut melakukan kesalahan atau menganggap mereka melakukan sesuatu yang salah.

 Baca juga: Viral Wali Kota Bogor 'Goyang AKB', Cara Seru Edukasi Cegah Covid-19

Bahkan dalam keadaan ekstrem, seorang anak mungkin merasa lega dengan perpisahan karena perceraian berarti lebih sedikit pertengkaran dan lebih sedikit stres. Perceraian membuat anak-anak kehilangan kontak sehari-hari dengan salah satu orangtua dan yang paling sering kehilangan kontak dengan sang ayah.

Seperti dilansir dari Verrywell Family, kontak yang menurun mempengaruhi ikatan orangtua anak dan menurut sebuah makalah yang diterbitkan pada tahun 2014, para peneliti telah menemukan banyak anak merasa kurang dekat dengan ayah mereka setelah perceraian.

Dilansir dari Sindo News, perceraian juga memengaruhi hubungan anak dengan orangtua asuh, paling sering ibu. Pengasuh primer sering melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi terkait dengan pengasuhan tunggal.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2013 menyarankan bahwa ibu sering kurang mendukung dan kurang penuh kasih sayang setelah perceraian. Selain itu, disiplin mereka menjadi kurang konsisten dan kurang efektif.

Bagi beberapa anak, perceraian orang tua bukanlah bagian yang paling sulit. Sebaliknya, stresor yang menyertainya adalah yang membuat perceraian menjadi yang paling sulit.

Pindah sekolah, pindah ke rumah baru, dan tinggal dengan orangtua tunggal yang merasa sedikit lebih lelah, hanyalah beberapa stres tambahan yang membuat perceraian menjadi sulit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini