Perceraian Tingkatkan Risiko Kesehatan Mental pada Anak-Anak dan Remaja

Kamis 02 Juli 2020 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 196 2240153 perceraian-tingkatkan-risiko-kesehatan-mental-pada-anak-anak-dan-remaja-CE4qUbpQJv.jpg Anak korban perceraian (Foto: Women of Grace)

Pasangan menikah terkadang terpaksa harus membuat keputusan sulit yakni melakukan perceraian setelah tak mampu mempertahankan rumah tangganya. Ini memang menyedihkan.

Perceraian juga bisa terjadi akibat perselingkuhan, ekonomi, bahkan kasus KDRT. Namun dampak orangtua yang bercerai ternyata sangat mempengaruhi emosi anak-anak mereka.

 cerai

Perceraian bisa menciptakan kekacauan emosional bagi seluruh keluarga. Bahkan untuk anak-anak, situasinya bisa sangat menakutkan, membingungkan, dan membuat frustrasi

Kesulitan keuangan juga umum terjadi setelah keluarga bercerai. Banyak keluarga harus pindah ke rumah yang lebih kecil atau mengubah lingkungan dan mereka sering memiliki sumber daya material yang lebih sedikit.

Dilansir dari Verrywell Family, perceraian dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental pada anak-anak dan remaja. Terlepas dari usia, jenis kelamin, dan budaya, anak-anak dari orangtua yang bercerai mengalami peningkatan masalah psikologis.

Perceraian dapat memicu kelainan penyesuaian pada anak-anak yang sembuh dalam beberapa bulan. Tetapi, penelitian juga menemukan tingkat depresi dan kecemasan lebih tinggi pada anak-anak dari orangtua yang bercerai.

Anak-anak dari keluarga yang bercerai mengalami lebih banyak masalah eksternalisasi, seperti gangguan perilaku, kenakalan, dan perilaku impulsif daripada anak-anak dari keluarga dua orangtua. Selain masalah perilaku yang meningkat, anak-anak juga mengalami lebih banyak konflik dengan teman sebaya setelah perceraian.

Baca juga: Masalah Roket Bikin NASA Tunda Peluncuran Rover Mars 2020

Seperti dilansir dari Sindo News, anak-anak dari keluarga yang bercerai tidak selalu memiliki prestasi akademis yang baik. Namun, sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2019 menyarankan anak-anak dari keluarga yang bercerai cenderung memiliki masalah dengan sekolah jika perceraian itu tidak terduga.

Di sisi lain, remaja dengan orangtua yang bercerai lebih cenderung terlibat dalam perilaku berisiko, seperti penggunaan narkoba dan aktivitas seksual dini.

Di Amerika Serikat, remaja dengan orangtua yang bercerai minum alkohol lebih awal dan melaporkan lebih tinggi alkohol, ganja, tembakau, dan penggunaan narkoba dibandingkan teman sebayanya.

Kabar baiknya adalah, orangtua dapat mengambil langkah untuk mengurangi efek psikologis perceraian pada anak-anak. Beberapa strategi pengasuhan yang mendukung dapat membantu anak-anak menyesuaikan diri dengan perubahan yang disebabkan oleh perceraian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini