Siswa di Zona Hijau Covid-19 Bisa Sekolah Lagi, Dokter Reisa Sebut 6 Syaratnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 04 Juli 2020 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 196 2241206 siswa-di-zona-hijau-covid-19-bisa-sekolah-lagi-dokter-reisa-sebut-6-syaratnya-OjTo6705ZX.jpg Ilustrasi. (Freepik)

SEJAK pandemi virus corona Covid-19 diumumkan pada Maret 2020, lebih dari 90% siswa-siswi harus belajar di rumah secara penuh. Pemerintah saat ini sudah mengizinkan siswa-siswi yang tinggal di zona hijau Covid-19 bisa kembali ke sekolah. 

Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kebudayaan berusaha tetap menjaga kegiatan belajar mengajar berkualitas. Sementara untuk daerah zona hijau Covid-19 diperbolehkan untuk mengajak para murid kembali belajar secara tatap muka.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Mengurus Paspor Kini Bisa Kolektif

sekolah

Namun ada syarat agar aman dari Covid-19. Pemerintah daerah dan sekolah juga harus memenuhi standar kesiapan pembelajaran tatap muka. Nah pembelajaran tatap muka ini dapat dimulai secara bertahap.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem sudah memutuskan bahwa zona yang dinyatakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebagai zona kuning, oranye dan merah, saat ini masih belum bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

Apabila Gugus Tugas Nasional menyatakan bahwa suatu daerah masuk kategori zona hijau, maka kepala daerah dapat mengizinkan pembelajaran tatap muka di daerahnya.

Tapi sekolah tetap harus mampu memenuhi semua daftar periksa dan siap pembelajaran tatap muka. Saat siswa-siwi kembali bersekolah, tentu harus mengikuti protokol kesehatan.

"Pada masa pandemi ini yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan anak-anak, para murid, serta guru dan juga keluarga," kata Dokter Reisa saat konferensi pers di Gedung BNPB, Sabtu (4/7/2020).

Dokter Reisa membeberkan 6 syarat bila sekolah ingin kembali mengadakan belajar tatap muka sebagai berikut.

1. Harus tersedia sarana sanitasi seperti toilet bersih, tempat cuci tangan, handsanitizer dan disinfektan.

2. Tersedia akses fasilitas layanan kesehatan.

3. Siap menerapkan area wajib masker di sekolah.

4. Memiliki thermo gun untuk mengukur suhu tubuh warga sekolah.

5. Mampu memetakan warga sekolah yang tidak boleh melakukan kegiatan di sekolah. Antara lain memiliki kondisi medis penyerta atau komorbid, kemudian yang tidak memiliki akses transportasi yang menerapkan jaga jarak.

Selain itu para warga sekolah yang memiliki riwayat perjalanan dari zona kuning, oranye dan merah atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 hari.

6. Membuat kesepakatan bersama komite sekolah untuk memulai pembelajaran tatap muka.

"Tentunya orangtua harus menyetujui pembelajaran tatap muka jika semua sudah sepakat maka baru bisa dimulai," imbuh Dokter Reisa.

Orangtua atau wali murid harus memeriksa kesiapan kesehatan anak anak pastikan mereka bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Jangan memaksa pastikan siap secara fisik, mental lahir dan batin," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini