Perubahan Anggaran Kemenparekraf Disetujui DPR

INews.id, Jurnalis · Sabtu 04 Juli 2020 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 406 2241227 perubahan-anggaran-kemenparekraf-disetujui-dpr-ZVpQCJ5hQo.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERUBAHAN anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Perubahan anggaran tersebut jumlahnya sebesar Rp3,3 triliun.

Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui perubahan anggaran Kemenparekraf/Baparekraf, dari Rp5,4 triliun menjadi Rp3,3 triliun. Dalam rapat kerja tersebut, Komisi X DPR sekaligus mengapresiasi kinerja Kemenparekraf/Baparekraf, khususnya dalam menjalankan langkah-langkah mitigasi dampak Covid-19, di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Komisi X DPR RI menyetujui perubahan anggaran Kemenparekraf RI pada APBN Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp2,045 triliun," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng selaku pimpinan rapat dalam rapat kerja antara Komisi X DPR dengan Kemenparekraf di Gedung DPR/RI, Jumat 3 Juli 2020.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Mengurus Paspor Kini Bisa Kolektif

wishnutama

Dengan perubahan anggaran tersebut, maka pagu anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2020, yang awalnya sebesar Rp5.4 triliun berkurang menjadi sebesar Rp3.3 triliun.

"Pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan diharapkan tetap dapat menjadi tulang punggung bangkitnya ekonomi Indonesia di masa-masa yang akan datang," kata Agustina.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik persetujuan dan dukungan Komisi X DPR sebagai mitra Kemenparekraf/Baparekraf.

Wishnutama mengungkapkan komitmennya untuk melaksanakan upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia dalam rangka memasuki fase normal baru. Termasuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata yang berfokus pada kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan (Cleanliness, Health, Safety and Environment-CHSE).

Tahapan-tahapan tersebut termasuk promosi nantinya akan dilakukan dengan melihat perkembangan penanganan Covid-19 serta kesiapan daerah, pelaku industri, maupun masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Hal ini sangat penting karena jangan sampai dalam pelaksanaannya nanti malah terjadi peningkatan kasus baru. Memperbaiki protokol bisa dalam waktu satu atau dua hari, tetapi mengembalikan rasa percaya wisatawan itu butuh waktu lama.

"Terima kasih banyak atas masukan, saran, dan dukungannya. Semoga pariwisata dan ekonomi kreatif kita bangkit dan berkembang jauh lebih baik," kata Wishnutama.

Dalam rapat ini, Komisi X DPR RI juga menyetujui pagu indikatif belanja K/L Kemenparekraf/Baparekraf Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp8 triliun. Total anggaran tersebut meliputi RAPBN sebesar Rp4,111 triliun dan usulan tambahan sebesar Rp3,888 triliun yang di dalamnya mencakup anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp454,3 miliar.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini