Kalung Antivirus Corona Diklaim Bisa Bunuh 42% Virus dalam 15 Menit

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 481 2241840 kalung-antivirus-corona-diklaim-bisa-bunuh-42-virus-dalam-15-menit-DSAbhvZ6gk.jpg Kalung antivirus dan minyak roll on. (Foto: Okezone)

MASYARAKAT Indonesia sedang dihebohkan dengan berita kalung antivirus corona dari Kementerian Pertanian RI (Kementan). Kalung antivirus corona itu mengandung eucalyptus (kayu putih) yang penuh khasiat.

Berdasarkan penjelasan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), kalung antivirus corona ini diproduksi menggunakan bahan dasar tanaman eucalyptus. Tanaman ini mengandung senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol) yang diklaim bisa menghambat replikasi virus.

Baca Juga: 5 Khasiat Minyak Eucalyptus selain untuk Atasi Masuk Angin

virus

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, jika kalung antivirus dipakai selama 15 menit maka bisa membunuh 42% virus corona. Hal ini sudah diujicoba di laboratorium.

“Ini sudah dicoba. Jadi ini (kalung antivirus) bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42% dari corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80%," terangnya di kantor Kementerian PUPR, Jumat 3 Juli 2020.

Tentunya hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dan rasa penasaran masyarakat yang begitu besar. Pakar kesehatan pun turut menanggapinya.

Dikatakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, eucalyptus memang sudah digunakan secara turun-temurun oleh manusia. Saat ini telah dilakukan studi in vitro (kultur) di tingkat sel bahwa ini eucalyptus bekerja cukup efektif dalam menangani virus.

kalung

“Dokter IDI saat S3 Biomedik di FKUI bekerja dengan flu burung. Jadi virus menurut beliau ini sudah menjadi pekerjaan sehari-hari. Terlebih ada fasilitas BSL2 dan BSL3 sehingga memungkinkan untuk melakukan aktivitas riset di bidang virus ini,” terang dr. Ari dalam siaran langsung di chanell Youtube Kementerian Pertanian RI, Senin (6/7/2020).

Dokter Ari menyebutkan, meskipun penelitian yang dilakukan masih in vitro, tapi di satu sisi eucalyptus masih digunakan sebagai bahan alam. Masyarakat sering menggunakan kayu putih untuk kesehatan sehari-hari dan diolah menjadi beberapa bentuk benda seperti cologne, inhaler dan bahkan mulai dijadikan kalung antivitus. Oleh sebab itu, dr Ari mengaku siap membantu untuk melanjutkan riset tersebut.

“Kami merasa perlu dan siap juga untuk bekerjasama untuk melanjutkan riset ini. Karena kami memiliki Imeri (International Medical Research Institute) dan saat ini pun Imeri melakukan banyak kegiatan untuk membantu mengatasi permasalahan Covid-19 ini mulai dari vaksin, identifikasi virus, stem cell. Jadi berbagai hal bisa kita lakukan,” lanjutnya.

Saat ini dr Ari sudah berbicara dengan para dokter IDI bahwa siap melakukan riset-riset. Ia berharap dari hasil riset-riset tersebut dapat membuktikan bahwa bahan alami bermanfaat untuk mengatasi Covid-19. Nantinya hasil penelitian ini bukan saja membantu masyarakat Indonesia tapi juga masyarakat dunia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini