Peneliti Buktikan Uang Bisa Beli Kebahagiaan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 22:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 196 2242708 peneliti-buktikan-uang-bisa-beli-kebahagiaan-UvAzWgxBL7.jpg Penelitian buktikan uang bisa beli kebahagian (Foto : Healthline)

Banyak orang membantah bahwa uang bisa membeli kebahagiaan. Sebab, kebahagiaan hanya bisa didapat dari hal-hal sederhana seperti berkumpul di rumah bersama keluarga yang harmonis, melihat anak bahagia, atau memiliki orang terkasih yang selalu ada untuk Anda.

Tapi, pepatah kuno mengenai kebahagian tersebut dipatahkan para peneliti. Ya, dalam Jurnal Ilmiah Emotion dikatakan bahwa kecukupan ekonomi memberi korelasi positif pada seseorang, termasuk pendapatan, pendidikan, dan prestis pekerjaan.

"Kebahagiaan lebih banyak didasari pendapatan sekarang ini daripada tahun 1970-an dan 1980-an," kata penulis utama makalah, profesor psikologi Universitas San Diego Jean Twenge, kepada Fox Bisnis. "Jadi uang membeli kebahagiaan sekarang ini daripada di masa lalu."

Menurut laporan New York Post, studi ini menggunakan data dari Survei Sosial Umum, yang melacak perubahan dalam masyarakat Amerika, yang merupakan salah satu survei terpanjang yang mewakili secara nasional orang dewasa Amerika, dengan 44.198 peserta disurvei antara tahun 1972 hingga 2016.

Uang Beli Kebahagian

Satu pertanyaan survei yang ditanyakan ialah; Apakah Anda sangat bahagia, cukup bahagia, atau tidak terlalu bahagia?

Para peneliti kemudian membagi peserta menjadi kelompok berdasarkan pendapatan dan kemudian menganalisis bagaimana mereka menjawab pertanyaan selama bertahun-tahun. Hasilnya menunjukkan kesenjangan kelas yang tumbuh ketika membahas kebahagiaan.

Baca Juga : 4 Gaya Marion Jola Pakai Baju Ketat Makin Menggoda

Hasil penelitiannya menerangkan, orang dewasa berkulit putih dengan status sosial ekonomi tinggi tetap "cukup stabil" dalam tingkat kepuasan mereka. Untuk orang dewasa kulit hitam, hasilnya berbeda, tetapi masih menunjukkan ikatan yang tumbuh antara lebih bahagia dan lebih gembira.

Sementara kebahagiaan orang dewasa kulit hitam dengan status sosial ekonomi rendah tetap "cukup stabil" sejak tahun 1972, kegembiraan orang dewasa kulit hitam status sosial ekonomi tinggi naik. "Dengan demikian, uang menentukan tingkat kebahagiaan dan ini berkembang selama beberapa dekade," kata peneliti.

Namun, penelitian ini tak menjelaskan berapa jumlah uang yang menentukan seseorang akan merasa bahagia.

"Tidak seperti beberapa penelitian sebelumnya yang menemukan kebahagiaan pada meteka yang memiliki pemasukan tahunan $75.000 atau sekitar Rp1,1 miliar atau Rp80 jutaan per bulan,” kata Twenge.

(hel)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini