Wisata Kuliner New Normal, Wishnutama: Restoran Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 298 2242272 wisata-kuliner-new-normal-wishnutama-restoran-harus-disiplin-protokol-kesehatan-0WXvcGgDAk.jpg Ilustrasi. (Foto: Humas Kemenparekraf)

PADA masa transisi new normal banyak tempat wisata kuliner buka. Maka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio meminta kepada pengelola restoran untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Wishnutama mengatakan, saat ini beberapa destinasi wisata yang berisiko rendah terhadap penularan sudah resmi dibuka. seperti Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Di dekat destinasi wisata tentu sudah banyak tempat wisata kuliner yang pasti diburu wisatawan.

Baca Juga: Menparekraf Wishnutama Siapkan Protokol HUT RI di New Normal

restoran

"Maka dari itu, penting bagi pelaku industri pariwisata, khususnya pelaku usaha restoran untuk menerapkan protokol kesehatan di era normal baru," kata Wishnutama dalam keterangan resminya yang diterima Okezone, Selasa (7/7/2020).

Tempat kuliner memegang peran yang sangat penting di sebuah destinasi wisata. Oleh karena itu, pihaknya memberikan penekanan tersendiri kepada para pengelola restoran agar memegang teguh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu penting agar setelah pembukaan tahap awal sebuah destinasi, laju penularan COVID-19 tidak mengalami lonjakan.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf R. Kurleni Ukar menegaskan, protokol kesehatan dalam usaha pariwisata sebagaimana diatur dalam KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mutlak diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan, baik wisatawan, pengelola destinasi, hingga seluruh lapisan masyarakat.

Protokol yang disusun Pemerintah Indonesia telah mengacu dan sesuai standar World Travel & Tourism Council (WTTC) yang sebelumnya merilis protokol berdasarkan pedoman World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

restoran

Protokol kesehatan untuk bidang pariwisata dan ekonomi kreatif ditegaskannya juga sudah melalui konsultasi dengan berbagai pihak dan mempertimbangkan masukan para pelaku industri di sektor swasta.

Beberapa protokol normal baru untuk pelaku usaha restoran maupun pekerjanya, yaitu melakukan prosedur standar seperti pengukuran suhu tubuh, penyediaan tempat cuci tangan/hand sanitizer di berbagai tempat, penggunaan masker, dan pembersihan dengan disinfektan.

Selain itu mengutamakan kesehatan dan kebersihan layanan restoran, tetap menjaga jarak, meminimalisir sentuhan fisik, mengenalkan sarana digital kepada staf dan tamu seperti e-menu, menerapkan transaksi pembayaran yang bersifat elektronik atau online, dan pelaku usaha dianjurkan menyediakan hand sanitizer di setiap sudut restoran.

“Protokol kesehatan ini sangat penting diikuti, karena pariwisata adalah bisnis yang sangat bergantung pada kepercayaan wisatawan domestik maupun internasional,” kata Kurleni Ukar.

Gaining trust atau confidence, kata dia, menjadi kunci dalam percepatan pemulihan, jadi harus sangat diperhatikan dan diimplementasikan. Nah, apakah Anda sudah siap melakukan wisata kuliner dalam waktu dekat?

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini