Pakai Sarung Tangan saat Pandemi Covid-19, Efektif atau Malah Mindahin Virus?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 481 2242330 pakai-sarung-tangan-saat-pandemi-covid-19-efektif-atau-malah-mindahin-virus-WcVKhJsdEK.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

SELAMA pandemi virus corona Covid-19, masyarakat semakin peduli akan pentingnya kebersihan dan sanitasi. Banyak upaya yang dilakukan masyarakat untuk menghindari diri dari Covid-19, salah satunya pakai sarung tangan.

Di kalangan masyarakat, pakai sarung tangan diklaim bisa mencegah penularan infeksi Covid-19. Namun, apakah kebiasaan ini benar-benar efektif atau malah memindahkan virus Covid-19.

Meski tidak ada rekomendasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk pakai sarung tangan, namun sebagian besar masyarakat tetap menggunakaannya saat pergi ke toko kelontong. Aksi tersebut akhirnya membuat dokter dan ahli kesehatan geleng-geleng kepala.

Baca Juga: Ahli Epidemiologi: Virus Corona Akan Berakhir Secara Alami

sarung tangan

Tahu enggak Okezoners, bukan hanya tidak efektif, sarung tangan justru dapat memperburuk penyebaran Covid-19 loh.

Seperti diketahui, Covid-19 menyebar melalui mulut, lewat percikan dahak atau biasa disebut dengan droplet.

Covid-19 tidak menyebar melaui tangan. Jadi tidak ada bukti bahwa sarung tangan dapat melindungi seseorang dari penyakit ini.

Ahli Mikrobiologi dan Profesor Departemen Ilmu Lingkungan dan Kesehatan Kerja Universitas Washington, Marilyn Roberts mengatakan, risiko yang terjadi dari penularan penyakit ini adalah saat seseorang menyentuh wajah mereka baik dengan maupun tanpa sarung tangan dalam kondisi kotor.

“Masalah terbesar adalah bahwa seseorang tertular Covid-19 dari orang lain. Mereka tidak mengambilnya secara langsung,” terang Roberts, merangkum dari Fox News, Selasa (7/7/2020).

Jika seseorang berhati-hati untuk tidak menyentuh wajah atau ponsel saat mengenakan sarung tangan, bisa jadi sarung tangan menjadi penyebab utama penularan virus.

Pada 2003, misalnya, para peneliti Kanada terpapar SARS setelah mengeluarkan peralatan pelindung diri (APD) mereka secara tidak benar. Roberts mengatakan kasus-kasus seperti ini adalah alasan utama mengapa sarung tangan seringkali lebih berbahaya.

"Mengenakan sarung tangan jika Anda hanya pergi ke toko kelontong tidak akan menjadi pelindung. Masalah yang lebih besar adalah cara membuangnya yang tidak benar,” lanjut Roberts.

Asisten Profesor Klinis Touro College of Medicine New York, dr. Niket Sonpal, mengatakan rata-rata orang yang berbelanja menggunakan sarung tangan, mungkin tidak memiliki pengalaman dalam membuang sarung tangan dengan baik.

"Di sekolah kedokteran, kami menghabiskan seluruh pelajaran tentang cara mengenakan sarung tangan dan melepasnya," ujar Sonpal

Perawat dan dokter dilatih tentang cara melepas sarung tangan dengan benar. Caranya dengan menjepit sarung tangan di pergelangan tangan, dan membalikkannya keluar sambil menariknya dari tangan dan melepaskan yang berikutnya.

Dengan cara ini tangan seseorang tidak akan pernah menyentuh sisi luar dari sarung tangan. Meskipun petugas kesehatan membutuhkan sarung tangan untuk merawat pasien dengan aman dan melindungi diri mereka sendiri, tapi masyarakat tidak perlu menggunakannya untuk berbelanja.

Pada akhir-akhir ini, banyak masyarakat mengotori sarung tangan mereka yang sudah dibuang. Menurut Roberts kondisi ini berpotensi untuk mempermudah penyebaran virus jika orang lain menyentuh sampah.

Mereka mengatakan, sarung tangan menawarkan rasa aman yang palsu. Hal ini justru dapat membuat orang menjadi lebih ceroboh.

“Saya berada di Trader Joe's, dan saya melihat banyak orang mengenakan sarung tangan, tetapi mereka menyentuh kunci, kereta, makanan dan wajah mereka,” kata Sonpal.

Orang-orang akan menyentuh segalanya dengan berpikir sarung tangan dapat melindungi mereka. Tetapi sarung tangan itu sendiri akan menjadi kotor dan itu menyebabkan lebih banyak penyebaran virus.

Bagi Anda yang masih suka pakai sarung tangan, para ahli menyarankan untuk mencuci tangan setelah melepas sarung tangan. Hal ini bertujuan untuk membasmi kuman apa pun yang mungkin masih ada di kulit.

Mencuci sarung tangan bekas pakai juga tidak akan membantu. Tergantung pada sabun yang Anda gunakan. Sabun hanya akan membuatnya permukaan sarung tangan menjadi lebih rusak,” kata Sonpal.

Ia mengimbau masyarakat untuk berpikir secara rasional sebelum mereka menyebarkan virus menggunakan sarung tangan.

“Meskipun itu memberi Anda rasa aman. Tapi secara ilmiah, itu tidak membantu,” terangnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini