Selama Pandemi Covid-19, Pasien Stroke Alami Peningkatan

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 481 2243038 selama-pandemi-covid-19-pasien-stroke-alami-peningkatan-03p7RMj24v.jpg Ilustrasi. (Foto: Docpro)

PENYAKIT stroke masih menjadi ancaman bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Bila terlambat ditangi, tentu cepat memicu kematian.

Makanya, penanganan stroke tetap harus dijalankan sesuai prosedur medis yang sudah ada. Walau di tengah pandemi Covid-19, pasien tetap harus patuh pengobatan, terutama dalam kondisi darurat.

Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013. Antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi.

stroke

Baca Juga: WHO Akhirnya Akui Virus Corona Menyebar Lewat Udara

Untuk prevalensi stroke naik dari 7 permil menjadi 10,9 permil. Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur.

Spesialis Saraf Dr Sukono Djojoatmodjo dari RS Premier Jatinegara menjelaskan, penanganan stroke di rumah sakit harus mengutamakan kecepatan dan ketepatan. Sehingga hasil yang didapat pasien pasca dilakukan terapi pengobatan pun dapat diperoleh secara maksimal

"Sehingga dapat meningkatkan harapan dan kualitas hidup pasien pasca serangan stroke," kata dia lewat keterangan resminya.

Dokter Sukono menambahkan, setiap rumah sakit pasti punya tim dokter stroke unit yang cepat tanggap. Standarnya adalah 30 menit door to needle dalam penanganan stroke. Artinya dalam 30 menit semenjak pasien tiba di rumah sakit, pasien harus segera mendapatkan terapi atau pun tindakan.

Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir kecacatan dan juga meningkatkan harapan hidup pasien. Karena dalam penanganan stroke, dokter harus mengejar waktu.

stroke

"Semakin lama penanganan stroke sejak terjadinya serangan maka dapat berakibat semakin fatal. Apalagi jika telah melewati masa golden period yatu 4,5 jam setelah terjadinya serangan," ungkapnya.

Sementara itu, Operation Manager RS Premier Jatinegara dr Levina Avissa menambahkan, di rumah sakit kualitas penanganan stroke telah diakui secara global.

"Kalau dilihat beberapa rumah sakit dari beberapa negara lainnya yang juga mendapatkan penghargaan seperti dari Mexico, India, dan Korea Selatan," kata dr Levina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini