Ancaman Stroke Meningkat saat Pandemi Covid-19, Kenali 2 Beda Jenisnya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 481 2243150 ancaman-stroke-meningkat-saat-pandemi-covid-19-kenali-2-beda-jenisnya-OHhEivMvF8.jpg Ilustrasi. (Foto: Everydayhealth)

PENYAKIT Tidak Menular (PTM) menjadi ancaman bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah ancaman stroke yang menjadi kewaspadaan. 

Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013. Untuk prevalensi ancaman stroke naik dari 7 permil menjadi 10,9 permil.

Sementara itu, mengutip akun resmi Instagram Kementerian Kesehatan pada Rabu (8/7/2020), terdapat 2 jenis stroke. Antara lain stroke iskemik atau sumbatan dan stroke hemorganik atau berdarah.

stroke

Stroke Iskemik

Stroke sumbatan merupakan salah satu jenis stroke yang paling sering terjadi. Stroke iskemik terdiri dari stroke emboli dan stroke trombotik.

Stroke emboli merupakan bekuan darah atau plak yang terbentuk di dalam jantung atau pembuluh arteri besar yang terangkup menuju otak.

Sedangkan stroke trombotik adalah berkuan darah atau plak yang terbentuk di dalam pembuluh arteri yang mensuplai darah ke otak.

Stroke Hemoragik

Stroke berdarah ini juga dibagi menjadi dua jenis. Yakni pendarahan intraserebral dan pendarahan subarachnoid.

Pendarahan intraserebral disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah dan darah yang masuk ke dalam jaringan yang menyebabkan sel-sel otak mati sehingga berdampak pada kerja otak berhenti. Kasus ini sering ditemukan pada penderita hipertensi.

Sedangkan pendarahan subarachnoid adalah pecahnya pembuluh darah yang berdekatan dengan permukaan otak dan darah bocor di antara otak dan tulang tengkorak. Penyebabnya bisa berbeda-beda, tetapi biasanya karena pecahnya aneurisma.

(dwk)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini