Kemenkes: Flu Babi Baru Bisa Jadi Pandemi seperti Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 481 2243614 kemenkes-flu-babi-baru-bisa-jadi-pandemi-seperti-covid-19-d0HzCWF5lS.jpg Ilustrasi. (Foto: NYTimes)

PANDEMI Covid-19 belum mereda, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan adanya virus flu babi baru. Kemunculan virus flu babi baru berkode G4 EA H1N1 ini membuat masyarakat semakin khawatir dengan situasi darurat kesehatan yang melanda dunia.

Meski demikian, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Ditjen PSP, dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan takut secara berlebihan. Karenanya, virus G4 hanyalah subtipe dari virus flu babi yang biasa dikenal dengan H1N1 berdasarkan hasil serologis.

“Kasusnya bukan karena ditemukan ada kasus yang sakit, tapi berdasarkan dari hasil pemeriksaan darah yang didapatkan dari orang-orang atau populasi yang dilakukan surveilans terhadap adanya kemungkinan virus influenza (flu babi)  ini,” terang Dokter Siti, dalam Jumpa Pers Online bersama Kemenkes RI, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga: 3 Negara Siap Lakukan Uji Klinis Vaksin Covid-19 ke Manusia

flu babi

Meski demikian, ia juga meminta supaya masyarakat tidak mengabaikan dan menyepelekan virus G4. Tidak menutup kemungkinan, nantinya virus G4 ini bisa menjadi pandemi baru di seluruh dunia layaknya fenomena Covid-19 saat ini.

“H1N1 menimbulkan pandemi influenza pada 2009. Ini menjadi salah satu dasar kenapa G4 menjadi potensi. H1N1 memiliki historical menimbulkan masalah. Vaksin yang saat ini ada untuk influenza tidak bisa melindungi manusia dari G4. Meskipun vaksin untuk H1N1 sudah ada, tapi strainnya tidak bisa menyembuhkan G4,” lanjutnya.

Saat ini jejaring laboratorium influenza maupun labolatorium sentinel influenza-like illness (ILI), belum mendapatkan data tentang infeksi G4 baik pada hewan maupun manusia. Hal ini terjadi karena virus ini masih sangat baru, dan merupakan hasil penelitian dari 2014.

“Teman-teman dari badan penelitian dan pengembangan kesehatan (Litbangkes) terus memantau bila ada kejadian tidak biasa dan berbeda dari Covid-19 untuk kita antisipasi,” pungkasnya.

(dwk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini