Di Tengah Pandemi Covid-19, Jangan Lupakan Tanda Terkena Penyakit Jantung

Kamis 09 Juli 2020 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 481 2243894 di-tengah-pandemi-covid-19-jangan-lupakan-tanda-terkena-penyakit-jantung-7qiL9SSWpf.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Popular Mechanics)

Di tengah pandemi Covid-19, jangan hanya fokus kepada penyakit Covid-19 saja. penyakit lainnya juga harus diperhatikan, seperti penyakit jantung.

Saat sedang beraktivitas tiba-tiba dada terasa tertekan harus segera diwaspadai sebab hal itu bisa jadi awal dari serangan jantung. Biasanya kondisi ini terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah ke jantung.

 penyakit jantung

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Sari Sri Mumpuni, Sp.Jp (K) dari RS Pondok Indah-Pondok Indah dan Bintaro Jaya mengatakan, serangan jantung umumnya disebabkan karena penyakit jantung koroner.

“Ini merupakan kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat atau menyempit. Biasanya serangan jantung berhubungan dengan aktivitas fisik," kata dr. Sari belum lama ini.

Dia menjelaskan, ketika terkena serangan jantung saat beraktivitas, dada mendadak seperti tertekan. Kondisi ini biasanya berlangsung selama 5-10 menit.

"Karena saat aktivitas fisik, itu aliran oksigen kurang suplainya ke otot jantung disebabkan adanya penyempitan," urai dr. Sari.

Seperti dilansir dari Sindo News, penyakit jantung koroner bermula dari penumpukan plak pada pembuluh darah koroner. Plak ini disebut aterosklerosis. Akibatnya aliran darah tidak lancar dan otot-otot jantung tidak menerima oksigen dan nutrisi lainnya.

Kondisi tersebut menyebabkan otot-otot jantung tak berfungsi dengan baik dalam melakukan tugasnya memompa darah ke seluruh tubuh. Sehingga, ketika otot jantung berhenti memompa maka akan timbul komplikasi, yaitu serangan jantung atau bahkan gagal jantung.

 Baca juga: Detik-Detik Melahirkan, Vanessa Angel Joget Girang di Rumah Sakit

Ada berbagai faktor yang menjadi penyebabnya. Sebut saja kebiasaan merokok, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, hingga kurang bergerak.

Gaya hidup masyarakat ditambah kemajuan teknologi yang membuat semua serba mudah, membuat kita kurang dalam bergerak, kurang olah raga, stress, belum lagi kebiasaan merokok dan minuman alkohol. Gaya hidup semacam ini menyumbang tingginya kasus penyakit jantung.

Tanda-tanda penyakit jantung koroner di antaranya nyeri dada yang bisa disertai dengan keringat dingin dan mual maupun sesak napas. Nyeri yang dirasakan seperti dihimpit atau ditimpa beban berat.

Nyeri bisa menjalar ke leher atau punggung dan rasa sakitnya tidak tajam, bisa menjalar ke bagian lain bisa juga tidak. Nyeri biasanya dipicu adanya aktivitas misalnya setelah berolahraga atau bekerja berat dan akan membaik kalau istirahat.

Dengan mengetahui gejala dan penyebab serangan jantung maka kita dapat melakukan tindakan pencegahan sebaik mungkin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini