Nikah di Masa Pandemi Covid-19, Sebaiknya Segera Punya Momongan atau Menunda?

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Jum'at 10 Juli 2020 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 196 2244469 nikah-di-masa-pandemi-covid-19-sebaiknya-segera-punya-momongan-atau-menunda-pENdxOY9QY.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

UMUMNYA, pasangan pengantin baru ingin segera punya momongan. Namun, bagi pasangan yang menikah di masa pandemi Covid-19 ini, disarankan sebaiknya menunda untuk memiliki momongan.

Mengapa demikian? Hal ini demi keselamatan ibu dan sang janin, demikian penjelasan Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo Sp.OG(K) di Jakarta, Jumat (10/07/2020) kepada Okezone.

"BKKBN tidak melarang orang untuk hamil, orang menikah juga tidak dilarang. Kita memberi saran dan masukan memang kalau bisa ditunda dulu. Jika memang tidak terlalu tergesa-gesa atau tidak urgent sekali untuk segera punya anak. Alangkah lebih baik jika keinginan untuk hamil ditunda dulu selama 3 hingga 6 bulan ke depan," jelas Hasto Wardoyo.

Saran menunda kehamilan tersebut, lebih lanjut kata Hasto terutama bagi pengantin wanita berusia 21 tahun ke atas tapi belum menginjak usia 34.

"Kalau usia baru 21, menunda kehamilan selama 3 hingga 6 bulan kan enggak apa-apa, nggak mepet banget dengan usia aman untuk hamil. Tapi kalau usia sudah 34 tahun, ya jangan ditunda. Bila sudah masuk usia 34, maka sudah cukup matang. Itulah nasihat kami," ungkapnya.

Saran tersebut kata dr Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) memang bukan tanpa alasan, mengingat Ibu hamil lebih berisiko terinfeksi virus corona karena daya tahan tubuh cenderung lebih lemah.

Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan tetap perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Melalui pemeriksaan rutin, dokter dapat mengetahui bila ada gangguan atau kelainan dan bisa segera dilakukan pengobatan. Namun, di masa pandemi, rumah sakit jadi salah satu tempat berisiko tinggi sebagai lokasi penyebaran Covid-19.

Meski demikian, bagi yang saat ini sudah terlanjur hamil tentu saja tidak perlu takut berlebihan dan harus pandai menjaga kesehatan di tengah terbatasnya akses layanan kesehatan.

"Hamil muda memang harus lebih ekstra dan lebih hati-hati karena daya tahan tubuh seorang ibu cenderung turun, sementara Covid-19 itu kan mudah mengenai mereka yang memiliki imunitas rendah," jelasnya.

Salah satu solusi, dianjurkan minum ramuan herbal alami yang memiliki evidence based medicine (EBM), terbukti secara ilmiah bisa mengatasi atau mengurangi mual dan muntah terutama di masa awal kehamilan.

"Dan bagi yang sedang hamil jangan takut. Pesan saya minum jahe yang sudah memiliki evidence based medicine, jahe merupakan ekstrak yang banyak dimasukkan ke dalam obat mual dan muntah," kata dia.

Selain itu, selama awal kehamilan wajib konsumsi asupan gizi dan nutrisi yang cukup agar janin berkembang dengan baik. Ini adalah bagian dari proses untuk menciptakan SDM unggul dan menghindari stunting.

“Anak yang kita damba-dambakan itu pertumbuhan pentingnya terjadi sebulan dari pertama menstruasi hingga telat sebulan. Singkat sekali waktu pertumbuhan janin. Maka, saya jadi kesal atau gemas bila ada pasien yang baru menyadari kehamilannya hamil setelah 4 bulan mengandung. Kenapa gemas? Jadi kemarin-kemarin makan apa, padahal kita sedang giat menurunkan stunting,” tuturnya.

Isu kehamilan, khususnya kehamilan yang tidak diinginkan unwanted pregnancy di masa pandemi Covid-19 menjadi salah satu isu global yang saat ini mengemuka seiring dengan peringatan Hari Kependudukan Dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini