Viral Aksi Biksu Gabungkan Lagu Meditasi dengan Beatbox

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 11 Juli 2020 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 612 2244538 viral-aksi-biksu-gabungkan-lagu-meditasi-dengan-beatbox-eeLGxIL0wW.jpg Biksu Yogetsu Akasaka (Foto: Instagram @yochating)

Seorang Biksu Buddha Zen Jepang, menjadi viral setelah memasukkan beatbox ke dalam nyanyian yang biasanya digunakan untuk meditasi. Biksu tersebut bernama Yogetsu Akasaka. Ia telah menarik perhatian banyak masyarakat berkat unggahan video di akun YouTubenya pada Mei 2020.

Video tersebut diberi judul ‘Heart Sutra Live Looping Remix’. Akasaka merekam aksinya dalam bernyanyi menggunakan suara tenggorokan dan beatboxing ke dalam lagu meditasinya. Ia mengaku sengaja merekam video tersebut untuk mendapatkan perhatian demi menunjukkan bakat uniknya.

“Bukannya saya ingin mendapatkan perhatian dari keunikan saya, tapi saya hanya ingin melanjutkan hasrat terhadap musik. Dengan cara yang sama seseorang memainkan gitar atau drum. Saya sendiri hanya menunjukkan permainan biasa,” terang Akasaka, melansir dari Next Shark, Sabtu (11/7/2020).

Setelah viral dan menarik perhatian banyak masyarakat dunia, biksu tersebut sangat terkejut. Ia mengaku mengucapkan lirik lagu dalam bahasa Jepang. Tapi karena sekarang ia telah memiliki banyak pengikut, Akasaka akhirnya memulai streaming menggunakan bahasa Inggris.

Biksu melakukan aksi beatbox 

Baca juga: Gowes Keliling Ancol, Aura Kasih Pamer Sepeda Seharga Rp42 Juta

Seperti diketahui menggabungkan beatboxing dengan menyanyi tenggorokan adalah sesuatu yang tak dapat dilihat di tempat lain. Terlebih nyanyian tenggorokan ini adalah bentuk nyanyian khusus bagi para biksu Buddha.

Beatboxing telah menjadi hasrat Akasaka sebelum menjadi seorang biarawan. Pada 2005 seorang teman memperkenalkannya kepada beatboxer Jepang Afra. Akasaka diberitahu bagaimana beatboxer itu memainkan musik hanya menggunakan mulutnya.

“Saya benar-benar terkejut bahwa orang-orang dapat melakukan hal seperti itu. Jadi saya tertarik untuk mencobanya. Kemudian saya menyadari, saya cukup pandai dalam hal itu,” tutur Akasaka.

Beatboxer tersebut juga bepergian dan mengamen di jalan-jalan di Jepang, Australia, dan Amerika Serikat (AS). Sejak saat itu ia pun tertarik terhadap beatbox. Kemudian pada 2015, Akasaka mengikuti jejak ayahnya dan menjadi seorang biarawan.

Biksu melakukan aksi beatbox 

“Biasanya di Jepang, orang menjadi biksu karena keluarga mereka tinggal di kuil. Tetapi bagi ayah saya, dia hanyalah orang normal yang memutuskan untuk menjadi seorang biarawan. Saya terinspirasi, dan memutuskan saya ingin berhasil dalam peran ayah saya saat ini sebagai kepala biara di sebuah kuil di Prefektur Iwate,” lanjutnya.

Lebih lanjut Akasaka selalu mencintai musik dan ingin melanjutkan hasratnya bahkan setelah menjadi seorang biarawan. Oleh sebab itulah ia memutuskan untuk melakukan beatboxing lagi dengan lagu meditasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini