Sering Posting Pura-Pura Bahagia di Medsos Bisa Sebabkan Depresi?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 11 Juli 2020 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 612 2244767 sering-posting-pura-pura-bahagia-di-medsos-bisa-sebabkan-depresi-5LfJuqhROJ.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BERPURA-PURA bahagia memang kerap dilakukan oleh orang, entah karena dia tidak ingin membagikan kesedihannya, atau hanya karena ingin terlihat sempurna. Memang, semua orang punya alasannya sendiri ketika mereka berpura-pura bahagia.

Tidak jarang, momen-momen kebahagiaan tersebut dia share di media sosial, meskipun kenyataannya berbeda jauh. Tapi, yang harus kamu ketahui adalah pura-pura bahagia sama saja dengan berbohong.

Menurut Dokter Zaidul Habibah yang dikutip dari akun Instagram @meaningful.me, pura-pura bahagia merupakan sesuatu hal yang mencoba membohongi diri sendiri untuk bahagia.

"Mereka memaksakan diri untuk terus terlihat bahagia. Padahal, hal yang disertai dengan 'kebohongan' terhadap diri sendiri, pada akhirnya kebanyakan orang akan lebih sulit untuk menentukan kebahagiaan dirinya," ujarnya.

Di satu sisi, lanjut dokter Zaidul, pura-pura bahagia dapat menjadi solusi untuk mencoba keluar dari permasalahan yang ada. Namun, jika terlalu sering membohongi dan memaksakan diri untuk bahagia padahal dirinya sedang sedih, akan berpengaruh terhadap kesehatan mental.

pura-pura bahagia

"Terkadang justru menimbulkan efek pada mental seseorang dan menjadi orang yang merasa sering tertekan," jelasnya.

Secara tidak langsung, mungkin saja terdapat hal-hal lain di luar 'berpura-pura bahagia' yang membuat terjadinya gangguan mental atau depresi.

Seperti, sedang dalam masalah besar, kena teguran dari atasan, ditinggal seseorang yang sangat disayangi, dan lain sebagainya. Yang pasti, semua hal ini akan membuat seseorang sulit merasakan kebahagiaan, tidak berenergi, serta kehilangan minat dalam banyak hal.

"Pada akhirnya, akibat penyebab dari luar seperti permasalahan yang ada, disertai dengan penyebab dari dalam yakni berpura-pura bahagia, inilah yang dapat memicu gangguan mental atau depresi," tutur dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini