Petani Ini Bagi-Bagi Jamur Truffle Senilai Rp531 Juta Akibat Pandemi Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 04:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 12 298 2245200 petani-ini-bagi-bagi-jamur-truffle-senilai-rp531-juta-akibat-pandemi-covid-19-IoemV4KqJ2.jpg Jamur Truffle (Foto: Idealista)

Para petani jamur truffle di Inggris terpaksa memberikan hasil panen mereka secara cuma-cuma kepada penduduk lokal akibat pandemi Covid-19. Ya, sejak virus corona melanda dunia, tak sedikit restoran yang berhenti beroperasi demi memutus mata rantai penularan virus tersebut. Tak terkecuali restoran-restoran yang dikenal menyuguhkan makanan mewah.

Dampaknya otomatis turut dirasakan oleh para petani yang biasanya menyuplai bahan makanan kepada mereka. Seperti yang disampaikan oleh Mike Collison, seorang petani asal Inggris.

Dia menelan kerugiaan hingga Rp531 juta karena tidak dapat menjual jamur truffle kepada pelanggannya.

 jamur truffle

Kepada media lokal, Mike mengaku kesulitan untuk menjual bahan makanan tersebut, mengingat hampir seluruh restoran mewah di tempatnya tutup. Mike mau tak mau harus membagikan jamur truffle secara cuma-cuma kepada tetangga dan penduduk lokal.

"Truffle umumnya dijual kepada restoran berkonsep fine dining. Mereka menggunakan jamur ini sebagai topping, garnish, atau bahkan mengolahnya. Sebelum pandemi, kami menjual truffle ke sejumlah restoran di kawasan Ludlow, Midlands, hingga London. Masalahnya sekarang banyak restoran tutup, dan baru berencana dibuka kembali," kata Mike seperti dikutip Okezone dari Foxnews belum lama ini.

Kendati demikian, Mike tetap optimis di sisa waktu 2020 ini dia dapat menjual sisa truffle yang belum dipanen.

Baca juga: Westny DJ Membersihkan Segala Karma Buruk Lewat Tradisi Melukat

"Semoga kami masih bisa menjualnya. Saya rasa masih ada banyak orang yang memiliki kemampuan atau dana berlebih untuk menikmati makan malam di luar rumah. Akan tetapi, sekarang restoran membatasi jumlah pengunjung, jadi mungkin akan sangat sulit," kata Mike.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ketakutan pengunjung untuk menyambangi tempat-tempat umum memang cukup terasa. Hal ini ditandai dari pengurangan jumlah menu yang ditawarkan oleh sejumlah restoran.

Sebagian di antara mereka menghapus beberapa menu mewah untuk menekan pengeluaran operasional. Maka dari itu, Mike sepakat untuk membagikan jamur truffle kepada mereka yang selama ini tidak mampu untuk membelinya, hingga setiap restoran kembali beroperasi secara normal.

"Kami pikir kami harus membagikan jamur-jamur ini kepada warga yang ingin mencicipinya. Meski tidak meraup keuntungan sama sekali, paling tidak membuat perasaan saya menjadi lebih tenang dan bahagia," tandasnya.

"Mereka mengatakan sangat menyukainya. Mereka memasak jamur itu sebagai makanan pelengkap steak atau disantap bersama telur setengah matang. Truffle memang bisa digunakan untuk topping makanan apa pun. Sekarang saya sudah memberikan truffle kepada 50 orang yang belum pernah mencobanya. Saya merasa senang," tutup Mike.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini